HeadlineNasional

Pengkaderan Golkar Tertata Rapi, Jangan Ada Kekuatan Gelap Bajak Partai

225
×

Pengkaderan Golkar Tertata Rapi, Jangan Ada Kekuatan Gelap Bajak Partai

Share this article
Foto Jajaran pengurus Partai Golkar bersama Presiden Jokowi
jajaran pengurus Partai Golkar bersama Presiden Jokowi

G24NEWS.TV, JAKARTA – Tokoh senior Partai Golkar Zainal Bintang mengatakan perkaderan sudah tertata rapi sehingga banyak “bintang muda” yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mempertahankan jati diri partai.

Di jajaran eksekutif ada Airlangga Hartarto yang sekarang Ketua Umum, nama lain seperti Agus Gumiwang Kartasasmita (Menperin), Zainuddin Amali (Menpora) dan Jerry Sambuaga (Wakil Menteri Perdagangan).

Di Senayan, ada Bambang Soesatyo (Ketua MPR), Ahmad Doli Kurnia (Ketua Komisi II), Meutya Hafid (Ketua Komisi I) DPR), Ace Hassan Sazali (Wakil Ketua Komisi VIII) dan Adies Kadir (Wakil Ketua Komisi III).  Termasuk Dave Laksono (Anggota Komisi I) sebagai “kembang” yang sedang mekar.

“Nama-nama yang sekarang ada di eksekutif dan di legislatif itu sekadar sebagai contoh untuk menyebut beberapa nama. Semua kader tersebut belakangan ini terlihat menonjol. Kiprah mereka dalam penugasan cukup membanggakan, ” ujar Bintang.

Belakangan di tengah tingginya dinamika jelang Pileg dan Pilpres 2024, kata Bintang ada upaya kelompok “non Golkar” yang ingin “mengkooptasi” partai berlambang pohon beringin ini. Salah satu upaya pencaplokan ini, menurut Bintang diungkapkan oleh pengusaha media Dahlan Iskan dalam kolomnya di laman disway berjudul “Munaslub Kendaraan” yang terbit pada 2 Juni 2022.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Targetkan 80% Basis Massa Golkar Pilih Prabowo-Gibran

Dalam tulisannya itu DI mengatakan,

“Itulah yang kini banyak dibincangkan. Sampai-sampai muncul spekulasi kenekatan yang lain: Ganjar dilewatkan Golkar saja! Jalan menuju ke sana pun sudah jadi bahan rumor yang asyik.

Termasuk di dalam Golkar sendiri. Tentu, kalau bisa, Golkar akan diminta baik-baik.

Termasuk tidak perlulah bikin syarat ketua umumnya minta jabatan cawapres.

Dijamin tetap menjadi menko kan juga tidak kalah bergengsi –toh kemungkinan besar tidak akan ada lagi kasus minyak goreng. Yang penting tetap bisa melangsungkan tradisi Golkar: tetap berada dalam kekuasaan”.

Bintang memandang perlu dirinya perlu mengingatkan kepada kader-kader muda supaya mawas diri. “Jangan biarkan Golkar dicaplok orang luar untuk kepentingan tertentu”, ujar Bintang kader Ormas MKGR, salah satu pendiri Golkar bersama Soksi dan Kosgoro (1964).

Cara mengintervensi Golkar, kata dia adalah dengan jalan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), alasan penyelenggaraanya bisa saja dicari.

Jelang Pemilu gonjang-ganjing di tubuh Golkar memang bukan hal baru. Misalnya peristiwa Munas Golkar di Bali (2004), waktu Jusuf Kalla (JK) dengan mudah melengserkan Akbar Tanjung (AT) yang saat itu menjabat ketua umum.

Baca Juga  Ridwan Kamil Ajak Kader Fokus dan Satu Komando

Jusuf Kalla saat itu menjabat sebagai wakil presiden, sedangkan Akbar Tanjung tidak mempunyai jabatan. Kemudian gonjang-ganjing ini kembali berulang pada Munas Golkar di Pekanbaru (2009).

Saat itu, Aburizal Bakrie (ARB) yang didukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mudah mengalahkan Surya Paloh (SP) yang didukung JK. Kedua tokoh itu waktu itu, tidak punya jabatan.

Meski demikian, Bintang meminta para kader dan pemimpin muda Partai Golkar supaya tetap solid, kompak dan mawas diri selalu.

Para pemimpin ini menurut dia harus kompak merawat dan melindungi Golkar dari upaya-upaya kooptasi. Salah satu faktor yang harus dihindari adalah “jangan mudah dipecah belah,” kata Bintang.

Bintang dan eksponen Tri Karya Golkar yang didirikannya tidak akan tinggal diam jika ada upaya untuk membajak partai.

“Kalau untuk kejayaan dan kebesaran Golkar tentu saja tidak akan tinggal diam menyumbang pikiran. Intinya, kader muda jangan biarkan Golkar dibajak kekuatan gelap,” ujar dia.

 

 

banner 325x300