Lifestyle

Penggemar Novel Misteri, Ini Karya Higashino Keigo yang Harus Kalian Baca

364
×

Penggemar Novel Misteri, Ini Karya Higashino Keigo yang Harus Kalian Baca

Share this article
Novel Higashino Keigo
Novel-Higashino-Keigo

G24NEWS.TV, JAKARTA — Dalam pembicaraan terkait J-Lit (Japanese Literature), nama Higashino Keigo kerap muncul sebagai penulis novell yang karyanya direkomendasikan.

Higashino Keigo adalah penulis ternama dari Jepang yang sudah menghasilkan puluhan novel. Terkenal sebagai penulis misteri, buku-bukunya cukup banyak diterjemahkan di luar Jepang, salah satunya Indonesia.

Nama Higashino di Indonesia mulai naik setelah novel “Keajaiban Toko Kelontong Namiya” diterbitkan oleh penerbit lokal. Penasaran apa saja karya Higashino yang sudah terbit di Indonesia? Yuk cek list di bawah ini

Malice (terbit di Jepang: 1996, Indonesia: 2020)

Novelis ternama Hidaka Kunihiko mati tercekik di rumahnya. Detektif Kaga Kyoichiro ditugaskan menyelidiki kasus tersebut. Tersangka ada dua, yaitu istri almarhum dan penulis Nonoguchi Osamu, sahabat Hidaka. Semakin dalam penyelidikan, Kaga menemukan fakta bahwa hubungan antara Hidaka dan sahabatnya tidak seperti yang diceritakan Nonoguchi. Kini Kaga harus memeras otak supaya sang pelaku mau mengakui kejahatannya sebelum semuanya terlambat.

The Devotion of Suspect X (terbit di Jepang: 2005, Indonesia: 2016)

Inilah karya Higashino yang pertama kali terbit di Indonesia. Demi perlindungan diri, Hanaoka Yasuko tak sengaja membunuh mantan suaminya. Hanaoka ragu menghubungi polisi, sehingga Ishigami yang tinggal di apartemen sebelah menawarkan bantuan membuang mayat mantan suaminya. Ketika polisi menemukan mayat tersebut, Hanaoka langsung menjadi tersangka. Tapi Ishigami selalu melindunginya.

Detektif Kusanagi pun meminta bantuan Galileo untuk memecahkan kasus ini. Galileo terkejut karena Ishigami ternyata teman lamanya yang ahli matematika. Dua otak jenius bertemu, Galileo menghadapi lawan yang kuat sekaligus teman baiknya dulu. Pada akhirnya kasus ini terpecahkan, tapi membuat pertemanan antara Yukawa dan Kusanagi renggang.

Baca Juga  7 Rekomendasi Perpustakaan Umum di Jakarta, Buat Kamu Para Pembaca!

Salvation of A Saint (terbit di Jepang: 2008, Indonesia: 2021)

Detektif Kusanagi Shunpei dan detektif Utsumi Kaoru ditugaskan menyelidiki pembunuhan Yoshitaka yang tewas karena kopi beracun. Tersangka utama kasus ini adalah Ayane, istri almarhum Yoshitaka. Namun Ayane punya alibi kuat karena saat kejadian sedang di luar kota. Penyelidikan semakin sulit karena Kusanagi terlalu bersimpati pada Ayane sehingga opininya bias. Utsumi pun meminta bantuan Profesor Yukawa Manabu atau Galileo untuk menyelidiki masalah ini.
Yukawa kini harus bisa memecahkan misteri bagaimana Ayane yang jauh dari rumah bisa menaruh racun dalam kopi dan tidak salah sasaran.

The Newcomer-Pembunuhan di Nihonbashi (terbit di Jepang: 2009, Indonesia: 2020)

Buku ini menceritakan awal detektif Kaga dipindahkan ke Nihonbanshi. Seorang wanita terbunuh, tapi sulit mencari pelaku karena hampir semua masyarakat di sana punya motif untuk menghabisi wanita tersebut.
Dalam kasus ini, pendekatan Kaga kepada masyarakat sangat simpatik. Selain cerita misterinya, cara Kaga menyelidiki juga jadi daya tarik buku ini.

Keajaiban Toko Kelontong Namiya (terbit di Jepang: 2012, Indonesia: 2020)

Sering disingkat Namiya, inilah buku kedua Higashino yang terbit di Indonesia. Mengangkat genre realisme magis, Namiya mengisahkan tiga pemuda yang bersembunyi di sebuah toko kelontong setelah melakukan pencurian. Toko tempat mereka bersembunyi bukan toko biasa, tapi mempunyai keajaiban. Mereka menerima surat yang diselipkan melalui lubang toko. Surat tersebut berisikan permintaan saran yang datang dari masa lalu.

Baca Juga  5 Novel Romantis yang Bisa Buat Anda Tersenyum

Dengan membalas surat tersebut, mereka bertiga melintasi perjalanan waktu, menggantikan kakek Namiya pemilik toko kelontong yang pada tahun-tahun terakhir hidupnya mendedikasikan diri memberi saran kepada orang-orang yang butuh bantuan. Novel inilah yang menaikkan nama Higashino Keigo di kalangan pembaca Indonesia.

Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama (terbit di Jepang: 2020, Indonesia: 2022)

Novel ini ditulis Higashino saat Covid-19 mulai melanda dunia, sehingga terasa relate dengan kehidupan sehari-hari saat ini.  Buku ini  mengisahkan terbunuhnya mantan guru SMP Kamio Eiichi. Polisi dilema memutuskan apakah kasus ini pembunuhan berencana, pembunuhan tak disengaja, atau aksi pencurian yang berakhir dengan pembunuhan.

Kamio Mayo pulang ke kampung halaman untuk menguburkan sekaligus memecahkan misteri pembunuhan ayahnya. Mayo tidak sendiri, karena adik ayahnya yang bernama Takeshi datang dari Amerika membantunya. Dari sekian banyak mantan murid Kamio Eiichi, siapa yang dendam sehingga tega membunuh pria tua itu?

Membaca misteri karya Higashino Keigo menyenangkan karena selain twist yang disajikan, gaya berceritanya straight to the point. Tipe berceritanya juga berganti-ganti, ada karya Higashino menggunakan tipe cerita detektif “who done it”, kemudian di buku lain dia menerapkan “how done it”.

Dari judul-judul di atas, mana yang paling menarik perhatian kamu?

banner 325x300