Politik

Pengamat UNS: Kubu Lawan Khawatirkan Kekuatan Prabowo-Gibran di Solo

71
×

Pengamat UNS: Kubu Lawan Khawatirkan Kekuatan Prabowo-Gibran di Solo

Share this article
Capres dan cawapres 2024 Prabowo - Gibran. Foto: IG Prabowo
Capres dan cawapres 2024 Prabowo - Gibran. Foto: IG Prabowo

G24NEWS.TV, JAKARTA – Pengamat psikologi politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Mohammad Abdul Hakim menyebut munculnya spanduk Solo Bukan Gibran merupakan bentuk kekhawatiran dari kubu lawan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

“Saya melihat ada kekhawatiran juga. Jateng dan Solo Raya kandangnya banteng. Kalau sampai suaranya didominasi Prabowo, ini jadi hal buruk,” kata Abdul Hakim di Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/12/2023).

Menurut dia, hal itu tidak hanya buruk bagi pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md., tetapi juga PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung pasangan tersebut.

Menanggapi hasil survei terbaru Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang memperlihatkan selisih elektabilitas antara pasangan Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran kian tipis, menurut dia, salah satunya karena dampak penyerangan kepada Presiden RI Joko Widodo dan keluarganya.

Baca Juga  Golkar Minta Kasus Perundungan Diselesaikan secara Menyeluruh

Survei CSIS periode 13—18 Desember 2023 mencatat tingkat elektabilitas pasangan calon di Jateng dan DIY untuk Anies-Muhaimin sebanyak 13 persen, Prabowo-Gibran 36,5 persen, dan Ganjar-Mahfud Md. sebanyak 43,5 persen.

Apalagi, selama ini hubungan Jokowi dengan massanya bukan hubungan ideologis, melainkan emosional sehingga tidak menurunkan kredibilitas, tetapi justru menimbulkan simpati.

Bahkan, kata dia, hingga saat ini sosok Jokowi masih sangat kuat di tengah-tengah masyarakat, termasuk di Jawa Tengah.

Baca Juga  Puncak HUT ke-59 Golkar, Jokowi Sayangkan Akhir-Akhir Ini Banyak Pertarungan Perasaan, Bukan Pertarungan Ide

Sementara itu, anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran di Solo Agus Riyanto mengaku tidak terprovokasi dengan yel-yel dan spanduk bertuliskan Solo Bukan Gibran.

“Itu bagian dari kepanikan. Akan tetapi, juga warning bagi kawan-kawan yang mendukung Gibran harus berani muncul,” katanya.

Bahkan, usai muncul yel-yel dan spanduk tersebut, kata dia, sebanyak 1.000 sukarelawan dan simpatisan melakukan konsolidasi dengan tema Solo adalah Gibran. Gibran untuk Indonesia.

“Kami kampanye yang baik saja. Door to door, kalem, tidak memprovokasi. Kerja-kerja elektoral tetap jalan,” katanya. (ANTARA)

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala lala

banner 325x300