HeadlineNasional

Pengamat: Sejumlah Proyek Infrastruktur Tak Sesuai Kebutuhan

5172
×

Pengamat: Sejumlah Proyek Infrastruktur Tak Sesuai Kebutuhan

Share this article
Proyek infrastruktur
Proyek infrastruktur. (Kemenpupr)

G24NEWS.TV, JAKARTA — Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengkritisi sejumlah infrastruktur publik yang dibangun pemerintah seperti Bandara Kertajati, Bandara Ngloram dan Pelabuhan Patimban, proyek-proyek ini dinilai tidak sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan.

Pada dasarnya, menurut Agus Pambagio, infrastruktur diperlukan demi kemajuan bangsa, namun seharusnya tidak hanya asal mengejar ketertinggalan.

“Untuk bangsa kita bisa maju 100% saya setuju infrastruktur harus ada. Infrastruktur ada tentu tidak dibikin asal cepat, yang sekarang ini asal cepat,” ungkapnya dalam kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored.

Agus Pambagio menyebut kebijakan penanganan kemacetan mengalami kemajuan, namun dia juga mengingatkan pertumbuhan penduduk sama dan sebangun.

“Sebetulnya maju, tetapi kegagalan KB (Keluarga Berencana) kita kan tinggi.  Jadi tambahan penduduk itu bisa sejalan, sementara jalan yang dibangun itu jalan tol. Jalan arteri tidak, hanya direparasi saja,” ungkapnya.

Baca Juga  Relawan Penerus Negeri Rekomendasikan Kebijakan Publik Kepada Prabowo-Gibran
macet brexit
Ilustrasi Macet-brexit

Menurut Agus, hal tersebut menunjukkan kapasitas manusia terus bertambah dan menyebabkan kemacetan terus terjadi.

“Jadi sebetulnya ada pertumbuhan jalan, ada pertumbuhan moda tetapi pertumbuhan manusianya sama dan sebangun. itu yang membuat kemacetan tetap dan bertambah.” lanjut Agus Pambagyo.

Ia menuturkan kondisi berbeda terjadi saat hari raya di China, di mana jutaan masyarakat berbondong-bondong mudik menggunakan transportasi publik. Kondisi tersebut terjadi karena konektivitas transportasi di China sangat memadai.

“Di China, konektivitasnya bagus. Jadi, orang malas bawa mobil, ” lanjutnya.

Baca Juga  Bawaslu dan Kemenpora Bawaslu Kerja Sama Pemberdayaan Pemuda di Pemilu 2024

Sedangkan di Indonesia, masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik ke kampung halaman.

“Kegagalan kita sudah puluhan tahun adalah tidak menciptakan atau membangun transportasi lokal,” jelasnya.

Meskipun mudik menggunakan kereta api atau bus, tuturnya, masyarakat masih membutuhkan kendaraan lain untuk dapat sampai ke desa atau ke daerah lain yang saat ini belum memadai.

Mudik dengan bus
Mudik dengan bus

Pengamat kebijakan publik itu menekankan bahwa negara gagal membangun infrastruktur publik yaitu angkutan umum perkotaan maupun dari perkotaan ke pedesaan.

Masuknya industri motor ke Indonesia juga dinilai menghilangkan eksistensi angkutan umum baik di perkotaan maupun pedesaan. Kondisi itu menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

 

 

banner 325x300