EkonomiHeadlineNasional

Pemerintah Turunkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3%

253
×

Pemerintah Turunkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3%

Share this article
airlangga rapat
airlangga-rapat-

G24NEWS.TV, JAKARTA – Pemerintah menurunkan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro menjadi 3 persen dari sebelumnya 6 persen untuk menghadapi risiko stagflasi, ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam siaran pers.

Langkah ini menurut Airlangga, juga menjadi wujud keberpihakan pemerintah kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dan Ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

“Pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR Super Mikro menjadi 3% demi menghadapi resiko stagflasi serta wujud keberpihakan kepada pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif,” ujar Airlangga, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, dalam siaran pers Rabu (30/11).

BACA JUGAAirlangga Hartarto: Pemilu Digelar untuk Ciptakan Stabilitas Politik

Menurut Airlangga, KUR berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2022 hingga sebesar 5,72 persen.

Sementara total outstanding KUR mencapai 25,2 persen atau melampaui pertumbuhan kredit perbankan yang sebesar 11,01 persen.

Menurut Airlangga, pemerintah merasa perlu penyesuaian KUR terutama relaksasi pada debitur di tengah membaiknya kondisi perekonomian.

Baca Juga  Presiden Jokowi Pakai Pakaian Adat Maluku Sampaikan Pidato Kenegaraan

Langkah ini juga merupakan optimalisasi penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran, serta mendorong efisiensi anggaran belanja subsidi bunga/subsidi marjin KUR agar tidak membebani kemampuan fiskal pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga mengambil kebijakan lain seperti mengembalikan beberapa kebijakan KUR saat masa pra-pandemi mulai dari suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil menjadi sebesar 6 persen.

BACA JUGAAirlangga itu Setia Kawan

Pemerintah juga mengembalikan penetapan penyaluran KUR pada sektor produksi sebesar 60 persen, serta pembatasan total akumulasi plafon KUR Kecil menjadi maksimal Rp500 juta.

Dalam penyaluran KUR, menurut Airlangga Bank Indonesia juga sudah setuju memberikan tambahan insentif relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) dengan mekanisme pemberian insentif yang akan diatur lebih lanjut, harmonisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan.

Ketentuan lain adalah maksimal pengulangan pengambilan KUR dua kali, dengan penetapan suku bunga KUR dengan plafon di atas Rp10 juta sebesar 6 persen.

Untuk skema kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan plafon maksimal Rp2 miliar ditetapkan penetapan suku bunga sebesar 3 persen dan tidak dapat diberikan kembali.

Baca Juga  Presiden Jokowi dan PM Singapura Bertemu, Bahas Kerja Sama Berbagai Bidang

“Target penyaluran KUR pada tahun 2023 telah ditetapkan sebesar Rp470 triliun dan Rp585 triliun untuk tahun 2024,” ujar Airlangga Hartarto.

Penyesuaian juga akan dilakukan terhadap besaran plafon KUR tersebut dengan mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi bunga/subsidi marjin KUR yang telah ditetapkan dalam APBN 2023 sebesar Rp40,94 triliun, ujar Airlangga Hartarto.

BACA JUGAMuhidin Mohammad Said Launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Pemerintah juga melakukan penyesuaian target tambahan yang terdiri dari target debitur baru KUR tahun 2023 sebanyak 1,7 juta debitur, serta target debitur KUR graduasi tahun 2023 sebanyak 2,3 juta debitur.

Hingga 21 November 2022, telah disalurkan KUR pada 6,71 juta debitur dengan realisasi sebesar Rp323,13 triliun atau 86,59% dari target penyaluran tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun.

“Pemerintah optimistis target penyaluran KUR minimal dapat mencapai 99 persen sampai dengan akhir tahun 2022,” ujar Airlangga.

banner 325x300