HeadlineNasional

Partai Golkar Tak Punya Alasan Alihkan Dukungan dari Airlangga Hartarto

268
×

Partai Golkar Tak Punya Alasan Alihkan Dukungan dari Airlangga Hartarto

Share this article
airlangga pakaian kuning
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

G24NEWS.TV, JAKARTA – Tidak ada alasan penting dan mendesak bagi Partai Golkar untuk mengalihkan dukungan dari Airlangga Hartarto, pada tokoh lain untuk maju sebagai calon dalam Pilpres 2024 mendatang, ujar peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor.

Menurut Firman, Golkar tidak menghadapi situasi rumit luar biasa yang mengharuskan partai berlambang beringin ini mengalihkan dukungan dari Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator bidang Ekonomi ini masih menjadi sosok paling kuat yang akan maju sebagai capres dari Partai Golkar.

“Belum ada alternatif yang betul-betul firm (kuat) di Golkar selain Pak Airlangga. Juga tidak ada situasi yang extraordinary (luar biasa) sampai hari ini terkait dengan Golkar,” ujar Firman, pada wartawan.

Menurut Firman saat ini yang paling penting untuk dilakukan para pengurus Partai Golkar adalah menjaga jaringan dan konstituen untuk tetap memilih Airlangga sebagai  capres.

Baca Juga  KPU Ungkap Sejumlah Tantangan Jelang Pemilu 2024

“Kalau dilihat dari strukturnya, saya kira tidak ada yang berani melawan kebijakan partai. Itu kan konsekuensinya, berarti pengurus Golkar di daerah-daerah harus tetap memelihara konstituennya untuk tetap menentukan pilihannya kepada Pak Airlangga,” paparnya.

Target Kemenangan 20 persen tetap realistis

Sebelumnya peneliti ahli utama BRIN Siti Zuhro juga melihat bahwa target Partai Golkar untuk memeroleh 20 persen kursi legislatif pada Pemilu 2024 cukup realistis meski tidak mudah. Golkar memiliki modal besar sebagai partai dengan pengalaman panjang dalam dunia politik Indonesia, selain itu Golkar adalah partai dengan soliditas paling tinggi saat ini.

Menurut Wiwiek, panggilan Siti Zuhro, Golkar terlebih dahulu memetakan tempat-tempat penyumbang suara Golkar pada Pemilu 2019 lalu.

Baca Juga  Pengangguran di Karawang Unjuk Rasa Minta Pekerjaan, Golkar Dorong Perusahaan Serap Tenaga Kerja Lokal 

Berikutnya harus memastikan kualitas caleg yang akan maju dalam Pemilu 2024 dan program kerja yang mumpuni. Selain itu Golkar harus menjaga soliditas bisa mengambil hati para pemilih.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) pada Pemilu 2019 lalu, menetapkan Golkar sebagai pemenang kedua dengan memperoleh sebanyak 85 kursi di DPR RI dengan perolehan suara 17.229.789 atau 12,31 persen.

Jika syarat-syarat tersebut bisa dipenuhi, menurut Wiwiek, Partai Golkar baru bisa memproyeksikan perolehan suara Pileg 2024 dibandingkan Pileg 2019.  Apakah setelah 5 tahun suara Partai Golkar mampu melompat mencapai 20 persen, ujar Wiwik.

Menurut Wiwik, dengan selama soliditas internal partai yang terjaga, partai yang dipimpin Airlangga Hartarto ini berpeluang besar melewati hambatan besar yang bisa mengganggu kerja-kerja politik.

 

banner 325x300