Ekonomi

Partai Golkar Ajak Pemerintah Tingkatkan Pemberdayaan UMKM

292
×

Partai Golkar Ajak Pemerintah Tingkatkan Pemberdayaan UMKM

Share this article
pengusaha kecil
pengusaha-kecil

G24NEWS.TV, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak seluruh elemen bangsa tingkatkan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh tanah air.

Bamsoet mencontohkan, Keluarga Besar Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) hingga kini sejak 12 tahun lalu telah turut serta secara konsisten berjuang melahirkan para wirausahawan muslim yang profesional, bermartabat, berdaya saing, dan memiliki kemandirian.

Di mana kehadiran HIPKA telah berkontribusi aktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melakukan pemberdayaan usaha kecil dan menengah, serta melahirkan para entrepreneur muda berkualitas.

Sebagai informasi, mayoritas wirausaha di Indonesia didominasi usaha berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia karena kontribusinya yang besar terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan dan GDP Indonesia.

Baca Juga  Kemendag Siapkan Transformasi Kebijakan Perdagangan

“Besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian tercermin dari kemampuannya menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun hingga 60,4 persen dari total investasi,” kata Bamsoet saat membuka Musyawarah Nasional III HIPKA, di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

“Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 275,36 juta jiwa, ternyata persentase jumlah wirausahawan di tanah air baru mencapai 3,47 persen dari total jumlah populasi. Masih tertinggal jika dibandingkan berbagai negara lain, seperti Amerika Serikat (11,5 persen), Singapura (7,2 persen), dan Malaysia (5 persen),” sambung Bamsoet.

Padahal, lanjut Ketua MPR RI ini, jumlah wirausaha merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah negara. Konsekuensi dari kegagalan RI untuk menumbuhkembangkan wirausahawan, berpotensi menempatkan posisi Indonesia hanya sebagai ‘pasar’ bagi produk komunitas global.

Baca Juga  Legislator Golkar Minta Data Kebutuhan Elpiji Melon Diperbaharui

Menurut Bamsoet, rasio ketersediaan wirausahawan yang belum optimal. Untuk itu, perlu langkah memotivasi segenap seluruh elemen bangsa menjadi entrepreneur.

“Ada bonus demografi, di mana komposisi penduduk didominasi kelompok usia produktif. Seringkali bonus demografi dipersepsikan sebagai peluang emas untuk meraih lompatan kemajuan. Contohnya adalah China dan Korea Selatan, yang sukses mengoptimalkan periode bonus demografi dengan pengembangan industri rumahan,” papar Bamsoet.

Ia juga menjelaskan, tidak semua negara sukses memanfaatkan momentum bonus demografi, seperti misalnya Brazil, Afrika Selatan, Venezuela, dan Meksiko. Alasan itu, ia meminta agar pemerintah memetakan persoalan bonus demografi tersebut untuk kemajuan pelaku UMKM.

 

banner 325x300