Nasional

Panji Gumilang Ditahan, Wapres Minta Proses Pendidikan Ponpes Al Zaytun Tetap Berjalan

259
×

Panji Gumilang Ditahan, Wapres Minta Proses Pendidikan Ponpes Al Zaytun Tetap Berjalan

Share this article
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin. Foto: Setwapres
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin. Foto: Setwapres

G24NEWS.TV, JAKARTA – Meskipun demikian, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan proses pendidikan di Ponpes Al-Zaytun harus tetap berjalan, meski pimpinannya sudah ditahan.

Pemimpin Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

Penahanan dilakukan atas kasus dugaan penistaan agama oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI (Bareskrim Polri).

“Walaupun Panji Gumilang ditetapkan sebagai tersangka, pesantrennya Al-Zaytun tetap berjalan dan harus difasilitasi oleh pemerintah,” tegas Wapres.

Wapres mengatakan itu dalam keterangan pers usai meresmikan peletakan batu pertama Rusun Ponpes As’adiyah Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (3/8/2023).

Baca Juga  Menteri Agama Jamin Hak Pendidikan Santri di Ponpes Al Zaytun

Menurut Wapres, para santri di pesantren tersebut perlu diberikan bimbingan agar tidak memiliki pemikiran atau ideologi yang menyimpang.

“Dibimbing ya. Diarahkan supaya tidak ada hal-hal yang nanti bisa mendatangkan pikiran-pikiran yang dianggap tidak benar atau menyimpang itu tidak berpengaruh pada santri,” sebutnya.

Diserahkan Kepada Menko Polhukam

Adapun proses hukum terhadap Panji Gumilang, Wapres telah menyerahkannya kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Baca Juga  Bareskrim Polri Tahan Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang

“Saya kira memang saya sudah diserahkan Pak Mahfud ya untuk menindaklanjuti dan sudah diproses,” ucapnya.

Diketahui, Bareskrim Polri telah melakukan penahanan terhadap Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang dalam kasus dugaan penistaan agama.

Penahanan Panji dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

“Dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim selama 20 hari sampai tanggal 21 Agustus 2023,” jelas Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, dilansir laman www.humas.polri.go.id, Rabu (2/8/2023).

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

 

banner 325x300