Ekonomi

Misbakhun Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Nasional

132
×

Misbakhun Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Nasional

Share this article
Misbakhun Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Nasional
Misbakhun Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Nasional

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun Misbakhun menyoroti Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Nasional

Dia menjawab persoalan pertumbuhan ekonomi yang dinilai mengalami stagnasi di kisaran 5 persen selama 10 tahun.

Sebelumnya, ia mengakui Presiden Jokowi, pernah menargetkan pertumbuhan ekonomi saat masa kampanye di 2014 sebesar 7 persen.

Bahkan, dalam RPJMN 2020-2024 tertuang pula target pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6,0-6,2 persen pada akhir tahun 2024.

“Tetapi harus diingat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia itu juga tergantung pertumbuhan ekonomi global, yang tergantung pada bagaimana situasi geopolitik, situasi apakah kondusif untuk memberikan daya tekan terhadap pertumbuhan ekonomi global,” ujar Misbakhun menjawab sebuah pertanyaan yang disampaikan di salah satu radio nasional, di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meski Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 7 persen namun jika pertumbuhan ekonomi global tidak mendukung, maka target tersebut tidak akan tercapai.

Baca Juga  BUMN Diminta Kreatif Bentuk Produk Perumahan untuk Generasi Milenial

Misbakhun lantas menekankan, bahwa memang pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa mencapai 6 persen tetapi nilai inflasi bisa ditekan sampai jauh di bawah 3 persen.

“Ingat, kalau dibandingkan dengan zaman SBY pertumbuhan 7 persen tapi inflasinya 8 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi digerus 8 persen, artinya sudah minus. Tetapi sekarang pertumbuhan ekonomi (5 persen) tapi inflasinya 2,5 persen (atau) di bawah 3 persen. Artinya daya beli masyarakat atau purchasing power parity masyarakat masih terjaga.  Ada surplusnya,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Menutup pernyataannya, Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini pun menegaskan bahwa mengukur pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata melihat angka.

Baca Juga  Menperin Targetkan Ekspor Batik Capai USD 100 Juta Tahun 2023

Misbakhun mengingatkan masih ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan seperti inflasi hingga situasi global.

“Ada komponen (lain dari) pertumbuhan ekonomi, seperti komponen inflasi, komponen daya beli, komponen gini rasio, situasi global itu yang harus kita perhatikan. Jadi itu bukan suatu hal yang given,” tutup Legislator Dapil Jawa Timur II itu.

Dilansir dari berbagai sumber, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam rentang 2014 – 2019 berada di atas 5 persen, namun masih di bawah 5,1 persen, sebelum akhirnya terkontraksi 2,07 persen di tahun 2020.

Pertumbuhan kembali mengalami tren positif di tahun 2021 dengan capaian 3,69 persen dan naik menjadi 5,3 persen di tahun 2022.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300