EkonomiHeadline

Menko Perekonomian Pastikan Pasokan Makanan Jelang Idulfitri Aman Terkendali

377
×

Menko Perekonomian Pastikan Pasokan Makanan Jelang Idulfitri Aman Terkendali

Share this article
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

G24NEWS.TV, JAKARTA Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah melakukan langkah-langkah persiapan menjelang Idulfitri. Salah satunya dalam menekan harga bahan pokok.

“Saya rasa semua relatif aman. Tentu stok yang tergantung impor ada. Seperti yang disampaikan Pak Arief (Kepala Badan Pangan Nasional-red), seperti daging, kedelai. Kita minta supaya pengadaannya segera,” ujar Airlangga, seperti dilansir dari esensi.tv.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan keterangannya usai mengikuti rapat internal yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Persiapan Jelang Lebaran Hampir 90%

Selanjutnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, menyampaikan langkah-langkah persiapan menjelang lebaran tersebut sudah berjalan hampir 90 persen.

Baca Juga  Airlangga Ungkap Bukti Pentingnya Indonesia di Dunia Internasional

“Persiapan lebaran tadi hampir 90 persen on the track. Mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa. Ketersediaan pangan cukup sampai hari ini, harga masih terkendali,” ucap Mendag.

Mendag mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan Bulog untuk dapat menyerap beras hasil panen secara maksimal.

“Tadi arahan Presiden agar Bulog menyerap gabah atau beras hasil panen dari petani semaksimal mungkin, sebanyak-banyaknya,” tutur Mendag.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimis stok beras Nasional sebesar 300 ribu ton terjaga untuk konsumsi dalam negeri hingga Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi merinci, saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) yang disimpan di Gudang Bulog mencapai 220 ribu ton. Kemudian, tambahan dari Perkumpulan Penggilingan Padi (Perpadi).

Baca Juga  Airlangga Hartarto Bertemu Dengan Alumni Program Kartu Prakerja di Solo

“Optimis, Bulog (memiliki) sekitar 220 ribu ton sambil kita bantu serap. Kemarin Perpadi mau kasih 60 ribu ton, kan lumayan ya. Jadi hampir sekitar 300 ribu ton,” kata Arief.

Arief mengatakan, pemerintah masih memprioritaskan penyerapan dalam negeri untuk menambah stok beras Nasional. Ia menegaskan bahwa sejauh ini belum ada opsi untuk impor beras baru.

“Kita enggak ada komunikasi, pokoknya kita jaga saja, sekarang lagi panen, kita fokus serapan dalam negeri,” ujarnya. *

Email: Nyomanadikusuma@g24news.tv
Editor: Lala Lala

 

banner 325x300