Ekonomi

Menko Perekonomian Maksimalkan Peluang Kerjasama Ekonomi Dengan Kanada

128
×

Menko Perekonomian Maksimalkan Peluang Kerjasama Ekonomi Dengan Kanada

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng bertukar cenderamata di Jakarta (19/8/2023). Foto: Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng bertukar cenderamata di Jakarta (19/8/2023). Foto: Kemenko Perekonomian

G24NEWS.TV, JAKARTA — Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia dan Kanada sepakat memperkuat hubunga bilateral di bidang ekonomi di masa mendatang.

Dia mengatakan untuk merealisasikan komitmen ini, misi dagang kedua negara yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Misi datang akan berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.

“Lebih penting lagi, bagi Indonesia, kerja sama ekonomi tersebut dipercepat dengan landasan aturan dan arahan Presiden,” jelas Menko Perekonomian Airlangga, setelah menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng bertukar cenderamata di Jakarta (19/8/2023) lalu.

Dia mengatakan Kanada juga merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia.

Nilai perdagangan antara kedua negara mencapai USD4.3 miliar pada tahun 2022 atau meningkat sebesar 37,14% dari tahun sebelumnya.

Dari sisi investasi, Kanada menempati urutan ke-15 dengan nilai investasi USD964 juta selama periode 2018-2022.

Baca Juga  Dibuka Airlangga Hartarto, Warga Jakarta Peringati Sewindu Proyek Strategis Nasional

Hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Kanada selama ini dinilai strategis mengingat kedua negara memiliki kepentingan ekonomi yang saling melengkapi.

Indonesia dan Kanada merupakan produsen serta pengolah berbagai komoditas penting dan kerjasama antara keduanya dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi di masing-masing negara.

Canada Indo-Pacific Strategy

Menteri Mary Ng menyampaikan komitmen Kanada dalam pengembangan ekonomi bilateral dan kawasan dengan dirilisnya Canada Indo-Pacific Strategy (IPS) pada bulan November 2022.

Dalam IPS, Kanada ingin meningkatkan hubungan perdagangan secara bilateral maupun di Kawasan antara lain melalui negosiasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Agreement (ICA-CEPA) maupun dalam Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) yang saat ini sedang dalam proses perundingan.

Kedua Menteri memiliki visi yang sama untuk segera merampungkan perundingan ICA-CEPA tahun depan.

Terwujudnya ICA-CEPA diharapkan dapat meningkatkan PDB Indonesia hingga USD1.4 miliar, dan ekspor Indonesia ke Kanada diperkirakan akan meningkat sebesar USD851 juta dalam jangka menengah.

Baca Juga  Menperin Optimistis Realisasi Anggaran Capai Target

Lebih lanjut, dalam Putaran Kelima ICA-CEPA yang diselenggarakan pada bulan Mei-Juni 2023 terdapat sejumlah kemajuan substantif pada pembahasan isu-isu perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Menteri Mary Ng mengakui pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi Pemerintah Indonesia.

“Kami memahami berbagai perhatian Pemerintah Indonesia terkait BUMN, namun Kanada juga mengharapkan adanya perdagangan yang terbuka dan pasar yang kompetitif dalam skema perjanjian perdagangan bebas,” kata Menteri Mary Ng.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mary Ng mengharapkan agar kerja sama produk halal dapat diwujudkan segera.

Kedua Menteri juga memiliki pandangan yang sama untuk saling mendukung dalam berbagai forum kemitraan.

Antara lain dalam IPEF, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan Financial Action Task Force (FATF).

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300