Ekonomi

Menko Airlangga: Industri Alat Angkut Tumbuh 10,95 Persen di Triwulan IV-2022

220
×

Menko Airlangga: Industri Alat Angkut Tumbuh 10,95 Persen di Triwulan IV-2022

Share this article
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pameran GJAW 2023 mengatakan hingga triwulan IV – 2022, industri alat angkut tumbuh signifikan mencapai 10,95%. foto: ist
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pameran GJAW 2023 mengatakan hingga triwulan IV – 2022, industri alat angkut tumbuh signifikan mencapai 10,95%. foto: ist

G24NEWS.TV – JAKARTA –  Hingga triwulan IV – 2022, industri alat angkut mengalami pertumbuhan mencapai 10,95%. Tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri pengolahan.

Jumlah pembelian domestik kendaraan roda empat pada 2022 mencapai 1,048 juta unit. Meningkat 18% dari tahun sebelumnya. Sedangkan ekspor completely built up (CBU) mencapai 473 ribu unit. Jika ditambah CKD (completely knocked down), totalnya mendekati 600 ribu unit.

“Jadi kapasitas produksi sudah naik luar biasa,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Sabtu (11/3/2023).

Airlangga Hartarto yang juga ketua umum Partai Golkar ini menyebut peningkatan penjualan itu dampak dari penerapan fasilitas diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Selanjutnya, untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah akan mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik. Sehingga Indonesia bisa mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.

Sebelumnya, saat membuka Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 di Jakarta, Jumat (10/3/2023), Airlangga mengatakan, dalam pandemi ini dana pihak ketiga, terutama deposito di atas Rp5 miliar belum terserap.

“Jadi silahkan industri otomotif, industri properti untuk menyerap karena ini akan menumbuhkan perekonomian nasional,” ujarnya.

GJAW Dongkrak Penjualan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung Gaikindo dalam penyelenggaraan GJAW 2023.

Baca Juga  Toyota Tambah Investasi di Indonesia, Golkar : Bisa jadi Basis Produksi Kendaraan Listrik

“Industri otomotif diharapkan dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan tahun lalu melalui ajang tersebut,” ujarnya.

GJAW 2023 kata Menperin, digelar sebagai upaya menggerakkan perkembangan industri otomotif Indonesia dan mendongkrak angka penjualannya.

“Selain itu, kegiatan ini juga bisa memberikan informasi mengenai perkembangan industri otomotif Indonesia di awal tahun,” jelas Menperin. Gelaran GJAW 2023 akan berlangsung pada 10 hingga 19 Maret 2023, bertempat di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Yohannes Nangoi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah yang telah mendukung industri otomotif. Pada 2022, kata dia, industri otomotif nasional mencatatkan angka penjualan lebih baik daripada sebelum pandemi Covid-19.

Ia melaporkan, 20 merek mobil ditampilkan di GJAW, termasuk kendaraan penumpang, premium, dan komersial. Gaikindo mendorong anggotanya mengembangkan model kendaraan baru di Indonesia. Kemudian, meluncurkannya di pameran otomotif, salah satunya dalam ajang GJAW 2023.

“Konsep penyelenggaraan GJAW tahun ini berkolaborasi dengan lifestyle. Kami berharap, berbagai inovasi di GJAW akan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Berkontribusi bagi otomotif Indonesia, dan meningkatkan gairah industri otomotif di Indonesia,” ujarnya.

Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik

Menperin kembali menyampaikan bahwa program bantuan pembelian kenderaan listrik untuk mendukung percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga  Generasi Muda Bantul, Yogyakarta Dukung Airlangga Hartarto Maju Capres 2024

“Pemerintah RI telah melakukan benchmarking dengan beberapa negara yang memberikan insentif bagi pembelian kendaraan listrik. Sehingga, kita harus memiliki regulasi yang bisa kompetitif,” jelas Menperin.

Menurutnya, percepatan pengembangan ekosistem tersebut akan menarik lebih banyak investasi. Pihaknya telah berbicara dengan banyak pihak terkait regulasi yang dirasa lebih kompetitif dibandingkan (industrinya) masuk ke negara lain.

“Sehingga saat nanti ada investasi masuk, pasti tujuan kita adalah tercipta pendapatan negara dan lapangan kerja,” kata Menperin.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan pemberian fasilitas bantuan pembelian kendaraan listrik dengan tahap awal untuk sepeda motor listrik. Bantuan yang diberikan sebesar Rp7 juta per unit untuk pembelian 200 ribu unit sepeda motor listrik baru. Dan, 50 ribu unit sepeda motor konversi dari konvensional ke listrik.

Pemberian insentif sepeda motor listrik baru diprioritaskan untuk masyarakat produktif. Di antaranya penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Upah (BSU). Termasuk keluarga penerima subsidi listrik (450VA dan 900VA).

Terkait merek kendaraan listrik menurut Menperin, sudah ada beberapa produsen yang menyatakan akan mengejar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga mencapai 40%. “TKDN yang mencapai 40% ke atas merupakan salah satu kriteria pemberian fasilitas bantuan pembelian kendaraan listrik,” tutup Menperin.

 

banner 325x300