NasionalVideo

Aisyah Hamid Baidlowi, Tokoh Golkar Pejuang Kesetaraan Hak Perempuan

304
×

Aisyah Hamid Baidlowi, Tokoh Golkar Pejuang Kesetaraan Hak Perempuan

Share this article
Aisyah Hamid Baidlowi
Aisyah-Hamid-Baidlowi

G24NEWS.TV, JAKARTA — Aisyah Hamid Baidlowi merupakan tokoh perempuan Partai Golkar yang sangat tangguh. Beliau adalah adik dari Presiden ke-4 Republik Indonesia yaitu Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.

Di usianya yang menginjak 19 tahun, Aisyah sudah menjadi ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Jakarta. Sepanjang hidupnya, ia dipercaya menduduki posisi pimpinan di berbagai organisasi. Seperti Ketua Kongres Wanita Indonesia, Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional dan Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Golkar.

Selain itu, dia juga dipercaya menjadi anggota DPR dari fraksi Partai Golkar selama 3 periode mulai tahun 1997-2009. Selama menjadi wakil rakyat, beliau memperjuangkan persamaan hak perempuan di segala bidang dan dalam proses pembangunan tanpa hambatan apapun.

Baca Juga  Edison Betaubun: RUU Daerah Kepulauan akan Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Tokoh Golkar berkarakter kuat dan berjiwa sosial tinggi ini, juga memimpin organisasi perempuan muslim Golkar yaitu Pengajian Al-Hidayah. Di bawah kepemimpinannya organisasi perempuan bersifat sosial, agama, kesetaraan dan kesejahteraan ini semakin mandiri, maju dan modern.

Bersama Golkar, Aisyah Hamid Laidbowi dapat mewujudkan upaya kehidupan berbangsa yang menjamin hak perempuan dan keluarga. Hingga akhirnya dia memiliki banyak capaian untuk rakyat dengan merintis lembaga di berbagai bidang seperti bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial.

Baca Juga  Puteri Komarudin: Korban Bencana Tidak Boleh Kesulitan Menerima Bantuan

Dirinya bahkan memiliki banyak penghargaan baik nasional hingga penghargaan internasional dari Honorary Award, Soka University Jepang untuk perannya dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui pendidikan dan budaya.

Namun kepergiannyannya di tahun 2018 membuat rakyat Indonesia kehilangan sosok teladan.

Dari beliau kita dapat belajar bahwa perempuan bisa sejajar dan bisa melayani rakyat kecil tanpa harus meninggalkan fitrah sebagai ibu dalam keluarga. Selanjutnya, Golkar akan terus memperjuangkan dan mempertahankan perjuangan beliau untuk kemajuan perempuan Indonesia.

 

banner 325x300