Ekonomi

Mengapa Kurs Dollar Terus Naik? Ini Dia Faktor-faktor di Baliknya

38
×

Mengapa Kurs Dollar Terus Naik? Ini Dia Faktor-faktor di Baliknya

Share this article
dollar
Ilustrasi dollar/Photo by John Guccione: https://www.pexels.com/photo/100-us-dollar-banknotes-3483098/

G24NEWS.TV, JAKARTA – Di tengah kabar yang sering mendominasi media mengenai fluktuasi kurs mata uang, perhatian dunia, termasuk generasi muda, tertuju pada pertanyaan yang krusial: Mengapa kurs dollar terus naik? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan mengingat dampaknya yang merata ke berbagai sektor ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Mari kita coba membongkar beberapa faktor di balik fenomena naiknya kurs dollar ini.

Faktor Eksternal:

  1. Kebijakan Moneter Amerika Serikat (AS):

Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan kurs dollar adalah kebijakan moneter yang diadopsi oleh Federal Reserve AS (The Fed). Kebijakan yang menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus moneter cenderung mendongkrak nilai tukar dollar karena menarik investor untuk memegang aset-aset dalam mata uang tersebut.

  1. Ketidakpastian Global:

Faktor ketidakpastian politik dan ekonomi di berbagai belahan dunia juga dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai mata uang yang dianggap “aman”. Krisis politik, perang dagang, atau bahkan pandemi global seperti COVID-19 dapat memicu lonjakan nilai dolar karena investasi mencari perlindungan di mata uang yang lebih stabil.

  1. Kinerja Ekonomi AS:

Kondisi ekonomi AS yang kuat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil, tingkat pengangguran yang rendah, dan kinerja sektor keuangan yang solid, dapat menjadi faktor tambahan yang mendukung penguatan nilai tukar dollar. Investor cenderung memandang positif terhadap mata uang negara yang menunjukkan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang baik.

Baca Juga  Puteri Komarudin Imbau Antisipasi Kenaikan Inflasi di Yogyakarta

Faktor Internal:

  1. Tingginya Inflasi:

Inflasi yang tinggi di dalam negeri dapat melemahkan nilai tukar mata uang suatu negara. Jika inflasi di Indonesia, misalnya, meningkat lebih cepat daripada di AS, maka kurs rupiah cenderung melemah terhadap dollar. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti kebijakan fiskal yang longgar atau kenaikan harga komoditas.

  1. Defisit Neraca Perdagangan:

Defisit neraca perdagangan yang tinggi juga dapat menjadi beban bagi nilai tukar mata uang domestik. Jika negara mengimpor lebih banyak barang dan jasa daripada yang diekspor, maka permintaan terhadap mata uang asing akan meningkat. Hal ini termasuk dollar AS dan menyebabkan depresiasi mata uang domestik.

  1. Kondisi Politik dan Kebijakan Internal:

Kondisi politik dan kebijakan internal suatu negara juga dapat memengaruhi nilai tukar mata uangnya. Ketidakstabilan politik, kebijakan fiskal yang tidak terkendali, atau keputusan pemerintah yang tidak terduga dapat memicu kekhawatiran investor dan mengakibatkan pelemahan nilai tukar mata uang domestik.

Baca Juga  Ini 4 Strategi Kendalikan Inflasi Daerah Versi Legislator Golkar

Kesimpulan:

Naiknya kurs dollar merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Meskipun banyak faktor yang menyebabkan penguatan nilai tukar dollar, penting untuk diingat bahwa fluktuasi mata uang alami terjadi di pasar keuangan global. Generasi muda perlu memahami dinamika ekonomi global dan mengikuti perkembangan terkini. Dengan begitu kita dapat mengambil langkah yang bijaksana dalam mengelola keuangan pribadi mereka dalam konteks yang terus berubah ini.

 

banner 325x300