Daerah

Menanti Nasib Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani

152
×

Menanti Nasib Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani

Share this article

G24NEWS.TV, JAKARTA – Nasib pembangunan kereta gantung Gunung Rinjani di Lombok Tengah hingga saat ini belum ada kejelasan meski sudah groundbreaking Desember 2022.

Kereta tersebut, menghubungkan dari Desa Karang Sidemen menuju kawasan gunung Rinjanji.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Lombok Tengah, Lalu Wiranata mengatakan pihak investor bersama pemerintah provinsi NTB dan pemerintah daerah telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani tersebut akhir 2022.

Hanya saja sampai saat ini masih belum ada informasi terkait rencana kelanjutan pembangunan tersebut.

“Kita masih menunggu informasi dari pihak investor,” katanya dikutip dari Antara.

Keberadaan kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani akan menjadi pendukung destinasi Sport Tourism dan meningkatkan kunjungan wisatawan di NTB umumnya.

Baca Juga  Atasi Kesenjangan antar-Wilayah, Legislator Golkar Hamka Baco Kady Terus Perjuangkan Program PISEW

“Kereta gantung ini menjadi alternatif bagi wisatawan yang tidak mampu mendaki untuk melihat keindahan Gunung Rinjani,” katanya.

Ia menilai keberadaan kereta gantung itu tidak akan menghilangkan pekerjaan para porter yang ada di Kawasan Gunung Rinjani, karena telah memiliki pasar sendiri.

“Artinya bagi yang kuat mendaki akan menggunakan jasa porter dan bagi wisatawan yang tidak kuat bisa menggunakan kereta gantung,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah, Nusa H Lalu Pathul Bahri mendukung rencana pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani di Desa Karang Sidmen, Kecamatan Batukliang Utara, karena dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Sukses Ciptakan Iklim Investasi Migas yang Kondusif

“Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lombok Tengah,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan kereta gantung tersebut dibangun oleh investor dari China dengan nilai proyek Rp 2,2 triliun, ditargetkan rampung pada 2025.

Keberadaan kereta gantung ini diharapkan bisa menjadi titik awal pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah utara Lombok Tengah, supaya ada keseimbangan dengan adanya pembangunan Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain itu, lanjut dia, kereta gantung ini bisa menjadi magnet peningkatan kunjungan di Lombok Tengah pada khususnya, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300