Politik

Media Mainstream Diharap Bantu Tangkal Hoaks Pemilu 2024 di Medsos

181
×

Media Mainstream Diharap Bantu Tangkal Hoaks Pemilu 2024 di Medsos

Share this article
Media Mainstream Diharap Bantu Tangkal Hoaks Pemilu 2024 di Medsos
Media Mainstream Diharap Bantu Tangkal Hoaks Pemilu 2024 di Medsos

G24NEWS.TV, JAKARTA – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja berharap media bantu tangkal hoaks pemilu 2024 di media sosial. Pasalnya, kata dia, saat ini media sosial masih menjadi area tak bertuan.

Saat ini, ujar dia, media sosial yang diawasi Bawaslu yakni media sosial yang dimiliki peserta pemilu. Dia meyakini, media sosial peserta pemilu tidak akan menyerang peserta lain.

“Yang menjadi masalah, media sosial di luar peserta pemilu, seperti buzzer dan lainnnya. Kami mohon kepada teman-teman media mainstream misalnya Kompas, TV One, dan lainnya bisa jadi penangkal terhadap berita bohong atau hoaks pemilu di media sosial,” katanya saat menjadi narasumber diskusi dengan tema Pengawasan Kampanye dan Berita Pemilu di Kantor Dewan Pers, Rabu (9/8/2023).

Baca Juga  KPU Kaltim Terbukti Secara Sah Langgar Administrasi Pemilu

Dalam kesempatan itu, dia juga mempersilakan peserta pemilu untuk melakukan sosialisasi. Hanya saja, dia menegaskan tidak boleh ada ajakan dan sosialisasi tidak boleh dilakukan di televisi.

“Sekarang saatnya teman-teman menginformasikan tetapi, tidak boleh mengajak. Begitu mengajak, mohon maaf selesai. Kalau mengajak kita akan turunkan alat-alat peraganya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengatakan fungsi pers dalam pemilu tidak sekadar memberi informasi, melainkan mengedukasi. “Kita tahu di masa pemilu masih banyak masyarakat yang kurang memahami persoalan kepemiluan,” katanya.

Baca Juga  Prabowo Subianto Paling Berpengalaman di Bidang Pertahanan

Tidak pahamnya masyarakat mengenai persoalan kepemiluan itu, kata Ninik bisa menjadi sebab terpolarisasinya cara berpikir dan bertindak ketika ada perbedaan. “Tugas media terutama media mainstream dalam konteks kepemiluan harus tetap bisa dijaga agar dapat digunakan sebagai pusat rujukan dari masyarakat yang masih memerlukan pemahaman tentang kepemiluan,” ujarnya.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

 

banner 325x300