Politik

Masyarakat Diimbau Mewaspadai Penyebaran Berita Bohong

183
×

Masyarakat Diimbau Mewaspadai Penyebaran Berita Bohong

Share this article
Masyarakat Diimbau Mewaspadai Penyebaran Berita Bohong
Masyarakat Diimbau Mewaspadai Penyebaran Berita Bohong

G24NEWS.TV, JAKARTA – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengingatkan bahaya yang diakibatkan oleh penyebaran berita bohong atau hoaks. Salah satunya menjadi penyebab polarisasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil pengawasan pada pemilu 2019 dari 922 isu hoaks yang terjadi, terdapat 557 kasus ditemukan pada Maret hingga Mei 2019.

“Hoaks atau berita bohong merupakan variabel titik rawan dalam pemilu dan pemilihan yang tidak terhindarkan di masa digitalisasi. Dampak penyebaran hoaks utamanya adalah polarisasi di masyarakat yang terjadi pada Pemilu 2019,” ungkap Bagja.

Baca Juga  Simak Perbedaan Aturan Penyelesaian Sengketa Pemilu yang Baru Menurut Bawaslu

Untuk mencegah polarisasi, Bagja mengajak masyarakat untuk lebih mewaspadai penyebaran hoaks.

Karena selain dapat menyebabkan polarisasi di tengah masyarakat, hoaks juga dapat memberikan dampak lain. Seperti kredibilitas dan integritas penyelenggara pemilu bisa menurun

“Kalau penyelenggaranya menurun maka kualitas pemilihan juga menurun yang kemudian merusak rasionalitas pemilih. Lalu dapat menimbulkan konflik sosial seperti polarisasi tadi. Terakhir disintegrasi Nasional,” pungkas Bagja.

Berita bohong atau hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, atau berita palsu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan.

Baca Juga  Melchias Marcus Mekeng: Cawapres Prabowo Sudah Sepatutnya Dari Golkar

Menurut KBBI, Hoaks mengandung makna informasi atau berita bohong, berita tidak bersumber.

Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran.

Hoaks bukan sekadar misleading alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, tetapi disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300