Nasional

Luhut Jawab Protes IMF Soal Kebijakan Larangan Ekspor Raw Material

260
×

Luhut Jawab Protes IMF Soal Kebijakan Larangan Ekspor Raw Material

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan. Foto: Ist
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Dana Moneter Internasional atau IMF menyampaikan keberatan atas kebijakan larangan ekspor bahan baku mentah atau raw material.

Politikus senior Partai Golkar ini mengatakan, Indonesia sebagai negara berkembang sudah waktunya untuk meningkatkan nilai tambah (added value) dari berbagai mineral tambang yang krusial di Tanah Air.

“Jadi kami bisa menjadi bangsa besar. Masak kalian aja yang menjadi negara maju?,” kata Luhut.

Luhut juga membeberkan, bagaimana proses larangan ekspor raw material dalam sistem hilirisasi ini makin mendorong pemerataan ekonomi di dalam negeri. “Karena hilirisasi, kami merasakan equality (pemerataan), Pulau Jawa dan luar Jawa terjadi perubahan,” ucap Luhut.

Oleh sebab itu, Luhut memastikan, bahwa hilirisasi industri harus dilanjutkan sekaligus dikembangkan ke sumber daya alam (SDA) maupun produk lainnya.

Baca Juga  Prabowo Subianto: KIM adalah Poros Tengah, Siap Lanjutkan Program Pemerintahan Jokowi 

“Untuk mencapai pertumbuhan yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, hilirisasi kita teruskan,” tegas Luhut.

Dia pun mencontohkan, salah satu bentuk keberhasilan hilirisasi industri terlihat dari kontribusi komoditas nikel terhadap nilai ekspor selama periode 2017-2022.

Data menunjukkan ekspor hilirisasi nikel mencapai US$ 3,97 juta pada tahun 2017, lalu naik menjadi US$ 6,52 juta pada 2018, dan terus bertambah menjadi US$ 8,16 juta pada 2019.

Berikutnya, nilai ekspor komoditas itu mencapai US$ 11,61 juta pada 2020, lalu naik menjadi US$ 22,21 juta pada 2021, dan tembus US$ 33,81 juta pada 2022.

“Dulu kita cuma ekspor nickel ore, sekarang sudah semua (nickel and cobalt  sulphatebattery precursorcathode, battery cell and pack, enviro steel smelter / ESS, charging station, dan battery recycling),” tutup Luhut.

Baca Juga  Luhut Pastikan UMKM Dapat Subsidi Kendaraan Listrik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya juga mengaku telah bertemu dengan pimpinan Uni Eropa. Dalam pertemuan itu, kepala negara menegaskan bahwa Indonesia adalah negara terbuka tapi tak bisa dipaksa untuk mengekspor bahan mentah.

“Saya sampaikan waktu bertemu dengan Uni Eropa, Indonesia tidak menutup diri. Kita terbuka, tapi jangan paksa kita untuk ekspor bahan mentah. Sudah tidak mau kita,” kata Jokowi.

“Kalau kamu ingin memproduksi prekursor, panel surya, silakan datang ke Indonesia, kita terbuka,” sambungnya.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

 

banner 325x300