Nasional

Lodewijk F. Paulus: Wapres Berkantor Sepekan di Papua Guna Perpendek Rantai Komando

210
×

Lodewijk F. Paulus: Wapres Berkantor Sepekan di Papua Guna Perpendek Rantai Komando

Share this article
Lodewijk F. Paulus
Lodewijk F. Paulus

G24NEWS.TV, JAKARTA — Lodewijk F. Paulus mengapresiasi langkah Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin yang akan berkantor selama sepekan di Papua guna memperpendek rantai komando.

Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, berkantornya Wapres di Papua akan memperpendek rantai komando dan memudahkan pengambilan keputusan, khususnya soal pangan dan lain-lain.

“Saya pikir (langkah berkantor di Papua) itu ide yang sangat bagus, kan di sana ada masalah tentang pangan, dampak dari perubahan cuaca. Ini saya pikir (dengan) adanya Wapres di sana akan memotong rantai komando, chain of command-nya akan lebih pendek sehingga segera akan ada keputusan,” ujar Lodewijk F. Paulus dilansir dari laman resmi DPR RI, Selasa (22/8).

Baca Juga  Agung Widyantoro Dukung Pemenuhan Layanan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Papua

Lodewijk juga menilai langkah Wapres berkantor di Papua perlu dibantu TNI Angkatan Udara.

Menurutnya, TNI Angkatan Udara penting untuk membantu tugas Wapres mengingat sulitnya jalur darat.

“Di sana jalur perhubungan darat sangat terbatas, artinya butuh angkutan udara. Nah (rencana persiapan) angkutan udara di sana bagaimana? Bandaranya kecil-kecil. Di situlah diharapkan peran dari TNI Angkatan Udara yang punya pesawat-pesawat kecil,” sambungnya.

Politisi Golkar itu mengatakan pemerintah menggunakan pesawat sedang sekelas CN 234 dan Hercules untuk penanganan ketersediaan pangan di Papua. Setelah menggunakan pesawat sedang, baru dilanjutkan untuk pesawat-pesawat ringan.

Baca Juga  Partai Golkar Gelar Mudik Gratis Kedua, Bantu Ringankan Beban Masyarakat Jelang Lebaran 
Ilustrasi Pesawat CN-235 milik TNI Angkatan Udara untuk membawa stok pangan ke Papua
Ilustrasi Pesawat CN-235 milik TNI Angkatan Udara untuk membawa stok pangan ke Papua

Lodewijk berharap pesawat N219 segera bisa diproduksi massal. Tujuannya, untuk membantu membuka jalur yang masih terisolir di Papua.

“Justru itu kita juga sangat mengharapkan pesawat kita N219 ya, itu kalau sudah bisa diproduksi saya pikir keren banget. Itu akan sangat membantu membuka terisolirnya Papua yang memang dari sisi transportasi darat itu memang susah ya. Ya saya pikir sangat bagus,” pungkasnya.

banner 325x300