HeadlinePolitik

Lembaga Survei Indonesia: Prabowo-Gibran Menangkan 47% Suara, Anies-Cak Imin 23,2%, Ganjar-Mahfud 21,7%

54
×

Lembaga Survei Indonesia: Prabowo-Gibran Menangkan 47% Suara, Anies-Cak Imin 23,2%, Ganjar-Mahfud 21,7%

Share this article
Capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka dalam debat keempat Pilpres 2024 KPU, di JCC, Jakarta, Minggu (21/1/2024) malam. Foto: IG prabowo
Survei: Penampilan Prabowo di Debat Capres Dinilai Baik

G24NEWS.TV, JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia menunjukkan elektabilitas capres dan cawapres periode 2024-2029 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih unggul dibandingkan dua pasang peserta Pilpres 2024.

Pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo–Gibran mengumpulkan suara sebanyak 47%, disusul pasangan Anies-Muhaimin Iskandar sebanyak 23,2% dan posisi ketiga Ganjar–Mahfud sebanyak 21,7% , sekitar 8% responden belum menunjukkan pilihannya.

Sementara itu, dari sisi partai politik, Gerindra paling banyak dipilih, yaitu 20,8%, disusul PDI Perjuangan sebanyak 20,4%, Golkar 11,5%, PKB 9%, PKS 6,1%, NasDem 5,6%, Demokrat 4,8%, PAN 4,7%, partai lain lebih rendah dari 4%. Yang belum menentukan pilihan sebanyak 10%.

Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai tampil paling baik dan meyakinkan pada debat pertama, kedua dan ketiga dibanding kedua calon lainnya.

Survei juga menunjukkan bahwa hasil debat menyebabkan sebagian responden ragu akan pilihannya, bahkan ada yang langsung bermigrasi dan mengubah pilihan mereka di Pilpres 2024.

“Pasca debat capres yang ketiga (7 Januari), mayoritas 71,8% tidak mengubah pilihan, tetapi 11,2% mengubah pilihan dan 13,7% menjadi ragu akan pilihannya,” tulis Lembaga Survei Indonesia, dalam laporan Survei Nasional Elektabilitas, Pengaruh Debat dan Migrasi Suara yang digelar tanggal 10 dan 11 Januari 2024, dikutip Senin (22/1/2024).

Baca Juga  Golkar Berharap Prabowo Pinang Airlangga Hartarto

Debat Pengaruhi Potensi Satu Putaran

Sementara itu, selain stabilitas dukungan suara yang sudah ada sekarang, potensi satu atau dua putaran dapat dipengaruhi oleh debat  capres/cawapres, distribusi pemilih mengambang, soliditas dukungan pemilih partai terhadap calon yang diusung, dan migrasi pemilih antar paslon.

Lebih jauh, disebutkan sejak kampanye resmi dimulai pada 28 November lalu, debat capres-cawapres adalah salah satu topik yang diperbincangkan luas dan hangat.

Isu utama yang dibahas adalah apakah debat mempengaruhi elektabilitas dan kalau berpengaruh apakah dapat menjadi faktor yang mengubah signifikan peta elektoral pilpres.

Perbincangan juga mencakup aspek-aspek yang terkait seperti jumlah yang menonton, siapa yang menang, siapa yang kalah, reaksi
publik di media sosial, dan seterusnya.

Lembaga Survei Indonesia menambahkan isu lain yang terus menjadi perbincangan adalah apakah pilpres akan berlangsung satu putaran atau dua putaran.

Di satu sisi ada kampanye gerakan satu putaran, juga kontra satu putaran; di sisi lain peta elektoral tampak seperti stagnan sejak akhir November 2023 hingga awal Januari 2024, berdasarkan data elektabilitas yang beredar di publik.

Selain itu, dalam pemilu legislatif ada pertanyaan soal apakah PDI Perjuangan akan tetap dapat mempertahankan posisi sebagai pemenang setelah berjaya berturut-turut dalam Pemilu 2014 dan 2019.

PDI Perjuangan tidak bisa lagi mengandalkan pengaruh Presiden Jokowi di satu sisi, sementara di sisi lain, posisi Prabowo Subianto yang secara elektoral sedang unggul diperkirakan memberi dampak signifikan terhadap Gerindra melalui apa yang dikenal sebagai efek ekor jas (coat-tail effect). Ini berarti bisa saja Gerindra membayangi atau malah melampaui posisi PDI Perjuangan.

Baca Juga  Ridwan Kamil Mantap Pilih Partai Golkar, Besok Bergabung

LSI melakukan survei nasional dengan bertanya kepada para pemilih melalui telpon pasca pelaksanaan debat ketiga pada 7 Januari lalu.

Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Sampel sebanyak 1206 responden dipilih secara acak melalui metode Double Sampling, yakni pengambilan sample secara acak dari kumpulan data hasil survei tatap muka yang dilakukan sebelumnya.

Sebanyak 210.001 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia pernah diwawancarai secara tatap muka langsung. Secara rata-rata, sekitar 70% di antaranya memiliki nomor telepon.

Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelpon sebanyak 14870 data, dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei, yaitu sebanyak 1206 responden

Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

 

banner 325x300