Ekonomi

Legislator Golkar Tekankan Pentingnya Single Data Pangan

209
×

Legislator Golkar Tekankan Pentingnya Single Data Pangan

Share this article
Legislator Golkar Tekankan Pentingnya Single Data Pangan
Legislator Golkar Tekankan Pentingnya Single Data Pangan

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Anggota Komisi VI DPR RI I Gde Sumarjaya Linggih menekankan pentingnya single data pangan di Kemendag.

Single data pangan ini berisi data statistik terkini mengenai kondisi pangan, seperti berapa stok pangan dan berapa kebutuhan di masyarakat.

Single data tersebut, menurut Demer, panggilan akrab I Gde Sumarjaya Linggih dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan bantuan (artificial intelligence/AI).

“Ini tinggal single data sebenarnya yang harus diperbaiki. Single data pangan. Saya meyakini karena bapak mampu berkomunikasi juga dengan kepala dinas-kepala dinas yang lain apalagi dengan kemajuan AI yang sekarang, bisa sekarang ini untuk memperbaiki data statistik yang ada mengenai pangan ini. Sehingga nantinya dengan data statistik yang begitu, kita mudah (melihat) kapan kebanjiran barang, kapan kekurangan barang dan di mana daerah yang kekurangan barang,” ujarnya.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Punya Peran Besar Kembangkan Ekonomi Kreatif

Lebih lanjut, Demer mengatakan single data tersebut juga bermanfaat bagi daerah dalam melakukan komunikasi kebutuhan-kebutuhan daerah terkait pangan ke pusat.

Untuk itu, Demer mendorong Kemendag untuk memperbanyak program yang memanfaatkan teknologi termasuk dalam hal menyinkronkan data pangan.

“Program untuk membuat artificial intelligence itu lebih diperbanyak. Artinya menggunakan teknologi lebih diperbanyak termasuk teman-teman di daerah yang walaupun mereka sudah otonomi tetapi mereka tetap bisa berkomunikasi dengan bapak tentang kebutuhan-kebutuhan yang sesungguhnya tentang pangan itu sendiri di daerah,” jelasnya.

Baca Juga  HACCP: Sistem Keamanan Pangan yang Penting

Sinkronisasi data tersebut, menurut Politisi Fraksi Partai Golkar juga bermanfaat sebagai langkah pengawasan tata laksana niaga pangan saat ini.

“Dengan demikian, tidak ada lagi kecurigaan teman-teman, kecurigaan daripada masyarakat, wah ini karena pengaruh politik impor banyak. Ini kan semua terkontrol sebenarnya ketika kita memiliki data yang pasti kira-kira kebutuhannya sekian,” tutupnya.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300