Nasional

Bamsoet Apresiasi Layanan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih

263
×

Bamsoet Apresiasi Layanan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih

Share this article
6449c3b98fba6
6449c3b98fba6

G24NEWS.TV, JAKARTA  – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo memuji lLayanan bus listrik bagi turis di Pura Agung Besakih

Dia mengapresiasi keberhasilan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam menata berbagai fasilitas di kawasan suci Pura Agung Besakih, pura terbesar di Bali.

Sekaligus mendukung penggunaan kendaraan bus listrik bagi para turis yang ingin mengunjungi Pura Agung Besakih.

Menurutnya, selain menjadi tempat persembahyangan untuk umat hindu, Pura Agung Besakih juga menjadi tempat wisata Bali berkelas dunia.

Melalui berbagai penataan fasilitas tersebut, telah memberikan kenyamanan kepada para turis dan warga yang hendak melaksanakan persembahyangan maupun yang ingin berwisata ke Pura Agung Besakih.

Penggunaan kendaraan bus listrik juga selaras dengan kampanye percepatan migrasi kendaraan dari berbahan bakar minyak ke bermotor listrik.

“Sehingga bisa menjaga udara di kawasan suci Pura Agung Besakih tetap segar, jauh dari polusi akibat polusi kendaraan,” ujar Bamsoet.

Baca Juga  Strategi Politisi Golkar Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Kendalikan Banjir

Dia  menjelaskan, penataan kawasan suci Pura Agung Besaki dilakukan mulai dari Pura Titi Gonggang, Pura Manik Mas, Pura Melanting Manik Mas, Pelinggih Tulak Tanggul, Patung Padma Bhuwana di Bencingah.

Serta kawasan parkir Kedungdung kapasitas 250 bus, green building 4 lantai parkir area Manik Mas dengan PLTS atap kapasitas 2694 unit kendaraan, fasilitas UMKM 2921 unit kios dan 198 unit los, tiket elektronik, Wantilan, Bale Gong, Wiyata Graha Gedung Audio Visual, Margi Agung, kendaraan listrik, fasilitas 274 bilik toilet, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

“Berbagai kios telah dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk menjual berbagai produk unggulan lokal Bali. Antara lain berupa sarana persembahyangan, wastra (busana adat, endek, songket, kain tradisional), produk kerajinan rakyat, cinderamata branding Besakih, kuliner dan produk olahan, serta sayur-sayuran dan buah-buahan. Semua produk yang dijual merupakan produk lokal Bali, yang diutamakan dari Kabupaten Karangasem,” jelas Bamsoet.

Dia menerangkan, Pura Agung Besakih telah meraih berbagai penghargaan. Antara lain, menjadi salah satu dari 10 situs warisan dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1995.

Baca Juga  KPU Dorong Pemilu Partisipatif dan Inklusif

Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Pura Besakih memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat penting dan harus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Di tahun 2013, Pura Agung Besakih juga meraih penghargaan dari Bali Tourism Awards untuk kategori Pusat Seni Budaya dan Religi Terbaik. Tahun 2017, meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) untuk kategori Cagar Budaya Berbasis Pariwisata. Penghargaan ini diberikan kepada objek wisata yang mampu membangun dan mempertahankan nilai-nilai budaya dan sejarah dalam pengembangan pariwisata.

“Di sepanjang tahun 2022 lalu, tercatat setidaknya 97.947 turis mengunjungi Pura Agung Besakih. Setelah selesainya penataan kawasan suci Pura Agung Besakih, diharapkan pada tahun 2023 ini jumlah kunjungan turis ke Pura Agung Besakih bisa meningkatkan hingga dua kali lipat,” pungkas Bamsoet

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300