Politik

KPU Sebut Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

160
×

KPU Sebut Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Share this article
KPU Sebut Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi
KPU Sebut Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi
G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota KPU August Mellaz menyatakan pemilu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan hanya sekadar pesta demokrasi semata

Pemilu sejatinya menggeliatkan semua sektor kehidupan masyarakat. Tidak hanya sosial dan politik, tapi juga sektor ekonomi.

Sebagai contoh, aggaran pemilu yang dialokasikan untuk kebutuhan pengadaan logistik, barang dan jasa secara tidak langsung akan menggeliatkan sektor produksi dan distribusi.

Belanja dan konsumsi dari 7,2 juta penyelenggara pemilu dari tingkat pusat hingga ad hoc yang menerima honor pemilu juga secara tidak langsung merangsang daya beli masyarakat.

Belum lagi belanja sosialisasi dan kampanye dari para peserta pemilu juga akan berpengaruh pada perputaran ekonomi di masyarakat.

Baca Juga  Serangan Politik Justeru Tambah Simpati Publik Kepada Prabowo

Hal ini yang dipaparkan Anggota KPU August Mellaz saat menanggapi hasil survei Praxis, “Persepsi Masyarakat Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Korelasinya dengan Pemilu 2024”, yang dirilis di Menteng, Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Mellaz secara pribadi menyambut baik hasil survei yang dirilis Praxis yang salah satunya memotret korelasi antara pemilu dan pertumbuhan ekonomi. Menurut dia hasil survei yang dirilis ini juga dapat menjadi data serta masukan bagi KPU dalam menentukan arah kebijakan. “Ini saya kira apresiasi, karena kami rajin memotret data survei yang dirilis berkala oleh teman-teman lembaga survei,” kata Mellaz.

Data yang dikeluarkan Praxis sendiri mengungkap sebanyak 33,84 persen responden setuju pemilu akan memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Sebanyak 39,89 persen lainnya mengaku masih ragu dan 26,26 persen lainnya menyatakan tidak setuju. Menurut Director of Public Affairs Praxis PR dan Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia (PAFI) Sofyan Herbowo, responden yang ragu-ragu tersebut sesungguhnya juga condong untuk menyatakan setuju bahwa pemilu akan berdampak pada pertembuhan ekonomi.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,31%, Paling Tinggi Sejak 2013 

Senada, pembicara ketiga pada kegiatan ini, Head of Research DBS Group Maynard Arif mengatakan sesungguhnya investor bersikap menunggu untuk menanamkan investasinya di Indonesia sebelum melihat capres dan cawapres yang ada.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300