Politik

KPU Minta KPPS Sediakan Kursi Prioritas di TPS

30
×

KPU Minta KPPS Sediakan Kursi Prioritas di TPS

Share this article
Ilustrasi Pemilu. Foto: Ist
Ilustrasi Pemilu. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta mengharapkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyediakan kursi prioritas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi pemilih tertentu.

“KPPS diharapkan menyediakan kursi prioritas pada urutan depan sehingga pemilih tertentu tidak perlu antre,” kata Ketua Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dody Wijaya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Dody menuturkan pemilih tertentu yang diutamakan memakai kursi prioritas, yakni pemilih disabilitas, pemilih hamil, pemilih yang membawa balita, pemilih lanjut usia dan pemilih yang membutuhkan perlakuan khusus.

Dia menuturkan KPPS perlu menyiapkan dan mengatur kursi prioritas paling sedikit untuk 25 orang.

Selain itu, KPU DKI juga mengarahkan KPPS di wilayah kota/kabupaten untuk “jemput bola” atau mendatangi pemilih yang sakit dan sedang dirawat di rumah.

Baca Juga  Bawaslu Dorong Penyandang Disabilitas Jadi Aktor di Pemilu 2024

“KPPS bersama saksi pengawas TPS atau pengawas kelurahan akan mendatangi pemilih di rumah untuk tetap menggunakan hak pilihnya,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Dengan adanya “jemput bola” oleh anggota KPPS diharapkan bisa mempermudah pemilih kategori tertentu untuk tetap berpartisipasi dalam pesta demokrasi.

Pindah TPS

KPU DKI Jakarta juga telah mengingatkan warga yang ingin pindah lokasi memilih atau pindah TPS dengan empat kategori tertentu agar segera mengurus proses administrasi karena batas akhir sampai 7 Februari 2024.

Empat kategori tertentu yang dimaksud memiliki alasan pindah pemilih, yakni bertugas di tempat lain, menjalani rawat inap atau mendampingi pasien rawat inap, tertimpa bencana dan menjadi tahanan rutan.

Baca Juga  Israel Desak Hamas Bebaskan Sandera Sebelum Ramadhan

KPU DKI Jakarta mencatat bahwa dari total keseluruhan 8,2 juta pemilih, 61.747 di antaranya merupakan penyandang disabilitas, termasuk 22.871 disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Penyandang disabilitas mental tetap diberikan kesempatan sebagai pemilih karena hak suaranya diperhitungkan dalam Pemilu 2024.

Masa kampanye berlangsung mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Setelah masa kampanye, ada masa tenang pada 11-13 Februari 2024 dan jadwal pemungutan suara Pemilu 2024 berlangsung serentak pada 14 Februari 2024.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300