Politik

KPU Bali Rangkum Tingkat Partisipasi Pemilih di Pemungutan Suara Ulang

46
×

KPU Bali Rangkum Tingkat Partisipasi Pemilih di Pemungutan Suara Ulang

Share this article
Ilustrasi Pemilu 2024. Foto: Ist
Ilustrasi Pemilu 2024. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali merangkum tingkat partisipasi pemilih yang hadir saat pemungutan suara ulang (PSU) di lima tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Buleleng dan Gianyar.

“Kalau di empat TPS yang ada di Buleleng, dua TPS di Desa Pedawa itu naik pemilihnya. Sementara itu, di dua TPS di Temukus itu hasilnya turun,” kata anggota KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan di Denpasar, Rabu (21/2/2024)

John menyebut pada PSU Buleleng yang berlangsung Selasa (20/2) di TPS 5 Desa Pedawa dari 292 daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 217 hadir atau 74 persen, sementara di TPS 6 Desa Pedawa dari 274 DPT sebanyak 229 DPT hadir atau 83 persen.

Baca Juga  KPU: Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Kategori Luar Biasa

Sementara itu, di TPS 5 Desa Temukus dari 248 DPT hanya 85 orang yang hadir, sedangkan di TPS 6 Desa Temukus dari 283 DPT hanya 139 yang menggunakan hak pilihnya.

Pemungutan suara ulang di Kabupaten Gianyar TPS 14 Desa Pering, Rabu pagi, pihaknya mencatat dari 271 DPT kehadiran pemilih hanya 119 orang.

Partisipasi Masyarakat

Kepada media, seperti dilansir dari Antara, John mengatakan bahwa tingkat partisipasi yang berbeda situasinya di lima TPS kemungkinan terjadi karena jenis surat suara yang mereka coblos. Di Desa Pedawa surat yang diulang untuk pemilihan DPRD kabupaten, sedangkan sisanya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Memang surat suaranya juga berbeda. Untuk di Pedawa, DPRD kabupaten, jadi mungkin ada persaingan suara antar-caleg dan mungkin juga ada ajakan kembali untuk memilih ke TPS. Untuk pilpres, mungkin karena sudah tahu hasilnya (hasil hitung sementara). Akan tetapi, saya tidak tahu seperti apa persepsi dari pemilih,” ujarnya.

Baca Juga  TKN Fakta: Hilirisasi Akan Perkuat Ekonomi Nasional

Ia mengatakan bahwa pihaknya mengakui sebagian besar lokasi pemungutan ulang mengalami penurunan tingkat partisipasi jika dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilu 2024, 14 Februari lalu. Hal ini disebabkan oleh hari kerja dan sekolah yang berbenturan.

Dari pantauan mereka di TPS, banyak pemilih yang hadir menggunakan seragam kerja. Mereka mengapresiasi kehadiran pemilih di sela-sela kesibukan atau hendak berangkat bekerja.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300