EkonomiHeadline

Kinerja Ekspor Barang dan Jasa Melesat 16,28%, Topang Pertumbuhan Ekonomi 2022

201
×

Kinerja Ekspor Barang dan Jasa Melesat 16,28%, Topang Pertumbuhan Ekonomi 2022

Share this article
Ilustrasi pelabuhan perdagangan internasional. Foto: Ist
Ilustrasi pelabuhan perdagangan internasional. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Ekspor barang dan jasa pada 2022 melejit hingga 16,28 persen dibanding tahun sebelumnya, menopang realisasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu, ujar Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pengumuman Senin (6/2).

Menurut BPS, pertumbuhan ekspor ini merupakan realisasi pertumbuhan tertinggi dari komponen pengeluaran. “Pertumbuhan komponen ekspor barang dan jasa mampu menopang pertumbuhan ekonomi 2022 yang sebesar 5,31 persen (yoy),” kata Kepala BPS Margo Yuwono.  

Komponen ekspor barang dan jasa menyumbang sumber pertumbuhan (source of growth/SoG) sebesar 3,6 persen pada tahun lalu atau naik dari 2021 yang sebesar 3,49 persen. Jika dirinci lebih dalam, ekspor barang menyumbang 3,04 persen atau turun dari tahun lalu yang sebanyak 3,64 persen, sedangkan ekspor jasa menyumbang 0,56 persen atau meningkat dari minus 0,15 persen.

Ekspor barang tumbuh sebesar 14,41 persen (yoy) terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh sebesar 16,28 persen (yoy). Menurut Margo, komoditas utama nonmigas yang nilai dan volumenya naik, antara lain bahan bakar mineral dengan kenaikan nilai 67,46 persen (yoy) dan volume 7,17 persen (yoy). 

Baca Juga  Indonesia Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023 untuk Dorong Hilirisasi Tambang

Besi dan baja dengan pertumbuhan nilai 32,96 persen (yoy) dan volume 13,63 persen (yoy), serta kendaraan dan bagiannya dengan kenaikan nilai 27,15 persen (yoy) dan volume 21,17 persen (yoy).

“Secara global, Indonesia diuntungkan dengan relatif tingginya harga komoditas ekspor unggulan di pasar global yang memberikan penerimaan tak terduga atau windfall dan mendongkrak kinerja ekspor serta surplus neraca perdagangan,” ujar dia. 

Infografis pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2022
Infografis pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2022

“Namun demikian, harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global sudah mulai menunjukkan tren penurunan,” lanjut dia.

Di sisi ekspor jasa, tumbuh sebesar 56,06 persen (yoy), seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui bandara internasional yakni naik 2.301,62 persen (yoy). 

Peningkatan tersebut berkat dibukanya kembali hampir seluruh bandara internasional, penyelenggaraan kegiatan internasional, dan pelonggaran aktivitas pada saat hari raya keagamaan.

Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak 2013

Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5,31 persen, naik dibanding 2021 yang hanya 3,70 persen.  Margo mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah kembali pada level 5 persen, atau kembali seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19. 

Baca Juga  Jerry Sambuaga Dorong Digitalisasi di Pasar Rakyat

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif pada 2022 sebesar 5,31 persen,” ujar Margo saat pengumuman pertumbuhan ekonomi 2022, di Kantor BPS Jakarta, Senin (6/2).  

“Pertumbuhan tertinggi sejak 2013 kalau saya lihat datanya. Jadi pertumbuhan (ekonomi) 2022 sebesar 5,31% ini tertinggi sejak 2013 yang saat itu tumbuhnya 5,56%.”

Penopang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 adalah peningkatan daya beli masyarakat setelah keluar dari pandemi. Menurut dia aktivitas dan mobilitas masyarakat mulai berjalan normal dan meningkatkan permintaan dan konsumsi. 

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,99 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,93 persen.

 

banner 325x300