Nasional

Kiat Bawaslu Cegah Politisasi SARA dan Politik Identitas

242
×

Kiat Bawaslu Cegah Politisasi SARA dan Politik Identitas

Share this article
Kiat Bawaslu Cegah Politisasi SARA dan Politik Identitas
Kiat Bawaslu Cegah Politisasi SARA dan Politik Identitas

G24NEWS.TV, JAKARTA – Bawaslu menilai perlu persamaan makna politisasi SARA dan politik identitas sebagai mitigasi bagi Bawaslu lakukan pencegahan.

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty berharap ada persamaan definisi guna membantu Bawaslu membuat strategi menangkal politisasi SARA dan politik identitas.

Menurut Lolly, penyamaan definisi dengan para tokoh agama lintas iman tersebut, menjadi momentum Bawaslu lebih kuat dalam hal pencegahan.

“Ini jadi momentum yang tepat bagi Bawaslu untuk memastikan kita kuat dalam pencegahan. Sebaik-baiknya upaya memastikan kualitas demokrasi kita makin baik, tentu dilihat dari seberapa kita melakukan pencegahan dan menindak jika ada pelanggaran,” terangnya.

Baca Juga  Ini Kompetensi yang Wajib Dimiliki Saksi Peserta Pemilu 2024, Simak ya

Di tempat terpisah, Anggota Bawaslu Totok Hariyono menegaskan, dalam hal menanggulangi politisasi SARA dan politik identitas,

Bawaslu lebih mengedepankan konteks pencegahan. Artinya, akan melakukan teguran-teguran bagi para peserta pemilu untuk tidak melakukan hal yang termasuk dalam kategori pelanggaran.

“Kami lakukan pencegahan terlebih dahulu baru penindakan, itu bagian dari konsep pemilu gotong-royong,” terangnya.

Baca Juga  Mekanisme Penanganan Pelanggaran Pemilu di Bawaslu

Di awal acara, Plh Sekjen Bawaslu La Bayoni menjelaskan tujuan dari diadakannya diskusi tersebut, agar para tokoh agama dapat memunculkan gagasan dalam mewujudkan pemilu damai dan berkualitas.

“Maka berkaca dari hal tersebut, kami (Bawaslu) berinisiatif melakukan fgd,” tuturnya.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300