Nasional

Sidik Jafar Ungkap Keuntungan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

243
×

Sidik Jafar Ungkap Keuntungan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

Share this article
Sidik Jafar Ungkap Keuntungan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
Sidik Jafar Ungkap Keuntungan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

G24NEWS.TV, JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumedang,  Sidik Jafar mengungkap keuntungan sistem pemilu proporsional terbuka.

Diputuskannya sistem Pemilu proporsional terbuka oleh MK sendiri disambut baik peserta Pemilu 2024.

Terlebih partai Golkar, yang dari awal menolak sistem proporsional tertutup dan lebih memilih sistem terbuka.

“Kami DPD Golkar Kabupaten Sumedang merasa bangga dan bahagia dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan sistem pemilu 2004 ini sistem terbuka,” ujar Sidik.

Menurutnya, dengan sistem terbuka ini, semua caleg yang berjumlah 50 orang bisa mendapatkan kesempatan dan peluang yang sama memperoleh kursi di parlemen.

“Dengan sistem terbuka, membuka peluang kepada kader-kader terbaik agar bekerja lebih keras lagi di masing-masing Dapil untuk turun ke bawah, mengambil sedari para calon pemilih untuk memilih caleg dari partai Golkar,” ungkap Sidik.

Selain itu, dengan sistem terbuka, tak terpengaruh nomor urut dan senioritas di fungsionaris. Semuanya mendapatkan hak yang sama dan adil.

Baca Juga  Lodewijk Paparkan Rangkaian Mekanisme Pencalonan Panglima TNI di DPR

“Berbeda dengan sistem tertutup, hanya nomor urut 1 saja yang memperoleh peluang besar. Imbasnya, para calon nomor 2 sampai 8 jadi tidak bekerja. Karena mereka yakin tidak akan terpilih, dan ini akan membuat raihan suara kursi di DPR akan berkurang karena mesin kerja Partai tidak maksimal,” paparnya.

Sidik Jafar mengatakan, keputusan MK sesuai skenario Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional 2 minggu lalu bahwa keputusannya yaitu Golkar memilih sistem pemilu terbuka.

“Dan dijawab usulan dari Partai Golkar ini seperti yang diumumkan pada hari Kamis kemarin bahwa inilah harapan seluruh kader di Golkar dan masyarakat pada umumnya. Sebab, pesta demokrasi ini adalah hajat rakyat 5 tahunan dan kesempatan mereka memilih wakil rakyatnya yang sesuai keinginan masyarakat,” ungkapnya.

Sidik Jafar mengatakan, pihaknya juga menyiapkan para bacaleg Golkar yang betul-betul siap turba alias turun ke bawah.

Termasuk kader keterwakilan gender perempuan, bukan asal memenuhi kuota perempuan 30%, tetapi betul-betul kader-kader yang siap turba dan dibekali pendidikan politik.

Baca Juga  Kepala BSNPG Provinsi Sulawesi Tenggara Dukung Full Keputusan DPP Golkar Prabowo-Gibran Pada Pilpres 2024

“Harapan kami, sekali lagi bahwa ini sesuai dengan tujuan dan keinginan Partai Golkar dengan sistem pemilu terbuka. Dirinya optimis dengan bacaleg yang ada bisa membawa kemenangan bagi partai Golkar tidak hanya di Sumedang tetapi secara nasional,” ungkapnya.

Dirinya yakin, Partai Golkar Sumedang bisa meraih 10 kursi di Pileg 2024 mendatang.

Sebab, pada 2019 silam, Golkar hanya meraih 7 Kursi. Sisanya, 3 kursi dapat diambil di dapil 3, 5, dan 6.

“Di dapil 3, kita punya Bunda Bilqis yang mana memiliki basis besar. Kemudian di dapil 5 ada inkumben Asep Kurnia dan pengusaha Muda Laddy Puspita. Kemudian di dapil 6 ada inkumben Jajang Heryana dan Sonia Sugian yang sama sama memiliki simpatisan yang luar biasa jumlahnya. Kemudian, kader kader lain yang tak diragukan kemampuan politiknya,” pungkas Sidik Jafar.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300