Nasional

Keunggulan Sistem Proporsional Terbuka, Beri Hak Penuh Rakyat Pilih Wakil di Parlemen

271
×

Keunggulan Sistem Proporsional Terbuka, Beri Hak Penuh Rakyat Pilih Wakil di Parlemen

Share this article
Warga sedang memberikan suara dalam pemilu
pemungutan-suara. (Foto Anadolu Agency)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Pemilu dengan sistem proporsional terbuka memberi wewenang penuh kepada rakyat untuk memilih wakilnya di lembaga legislatif, ujar pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur Suko Widodo.  

Menurut dia sistem pemilu proporsional terbuka adalah sistem pemilu yang memperbolehkan partai politik mengajukan calon anggota legislatif dari daftar calon yang tidak dibatasi.

“Dengan sistem ini, rakyat memiliki hak penuh dalam memilih orang yang akan mewakilinya,” kata Suko Widodo, dikutip dari Antara, Selasa (10/1). 

Sistem ini berbeda dengan proporsional tertutup, yang membuat para pemilih hanya dapat memilih partai politik, bukan calon anggota legislatif individu. Partai yang akan menentukan siapa saja yang duduk di lembaga legislatif

“Partai yang memperoleh suara terbanyak akan mendapatkan sejumlah kursi di parlemen sesuai dengan perhitungan yang ditentukan,” ujar dia. 

Baca Juga  Airlangga Hartarto: Lebih Baik Golkar dan PKB Gabung Satu Koalisi 

“Caleg yang akan duduk di parlemen kemudian ditentukan oleh partai itu sendiri melalui mekanisme yang disebut ‘daftar hitam’ atau ‘daftar terbuka’.” 

Menurut dia, sistem proporsional terbuka memungkinkan para pemilih memilih calon anggota legislatif yang diinginkan, sehingga mereka dapat menentukan langsung siapa yang akan mewakili mereka di legislatif.

Selain itu, sistem ini juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon legislatif tanpa terikat pada posisi tertentu dalam partai politik. Pada sisi lain, sistem ini juga memberikan kesempatan yang lebih besar bagi calon independen.

Menurut dia tanpa dukungan yang kuat dari partai bisa membuat persaingan antar-calon menjadi lebih kompetitif karena tidak ada batasan dalam jumlah calon. 

Baca Juga  Ini Capaian Kerja Puteri Komarudin pada Masa Sidang III 2022-2023

“Kita berharap MK akan melakukan analisis terhadap gugatan yang diterima dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan hukum yang tepat dan konstitusional,” ujar Sukowi.

Sebelumnya wacana sistem proporsional tertutup mengemuka saat Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengemukakan peluang penggunaan sistem ini dalam Pemilu 2024 mendatang. Sistem ini bisa digunakan kembali karena saat ini ada gugatan di Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa sistem proporsional terbuka mengubur peran partai politik. 

Sebanyak delapan fraksi di DPR dengan inisiasi dari Partai Golkar menyatakan sikap menolak pemberlakukan kembali sistem proporsional tertutup. Hanya PDIP yang memberikan dukungan para sistem pemilu ini. 

banner 325x300