Kemendag Siap Impor Beras 1 Juta Ton Dari India Antisipasi El Nino

229
×

Kemendag Siap Impor Beras 1 Juta Ton Dari India Antisipasi El Nino

Share this article
Menteri Perdagangan Zuklifli Hasan mengatakan siap impor beras 1 juta ton dari india mengantisipasi dampak el nino. Foto: IG zul.hasan

G24NEWS.TV, JAKARTA – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan akan melakukan impor beras dari India untuk mengantisipasi dampak el nino sebanyak 1 juta ton.

Dia mengatakan rencana membeli beras dari luar negeri dilakukan untuk mengantisipasi jika persediaan beras berkurang karena dampak el nino.

“Beras kita memang harus ambil walaupun kadang-kadang tidak populer, ambil inisatif. Kalau El Nino berat harganya kita tidak boleh beras kurang”.

“Oleh karena itu saya sudah (tandatangani) Momerandum of Understanding atau nota kesepahamanan dengan India 1 juta ton sewaktu-waktu bisa beli,” jelas Zulkifli Hasan, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (16/6/2023).

Kebijakan impor, jelasnya, dilakukan karena dia mengaku khawatir dampak el nino bisa menaikkan harga pangan.

“Memang tahun ini saya agak deg-degan karena ada El Nino. Beberapa bahan pokok mulai naik, gula misalnya itu sudah jauh harganya,” jelasnya.

Lebih jauh, soal impor beras dari India, dia mengemukaan rencana impor ini di luar penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) ke Perum Bulog.

Seperti diketahui, Perum Bulog mendapatkan tugas melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton sepanjang tahun 2023.

Data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan fase El Nino terjadi pada periode Juni 2023 dan diprediksi akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang di akhir tahun 2023.

El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan air laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik tengah dan timur.

Baca Juga  Ombudsman Minta Pemerintah Menaikkan Kuota Pupuk Bersubsidi menjadi 18 Juta Ton

Akibatnya, terjadi pergeseran potensi pertumbuhan awan dari wilayah Indonesia ke wilayah Samudera Pasifik Tengah yang dampaknya akan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Seperti dilansir dari laman Kementerian Pertanian, pemantauan dan pemahaman yang baik tentang El Nino sangat penting agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penyesuaian yang tepat untuk mengurangi dampaknya.

Ini dia empat langkah untuk mencegah dan mengurangi dampa el nino di sektor pertanian dari Kementerian Pertanian RI.

1. Pemantauan Cuaca

Penting untuk terus memantau perkembangan cuaca dan memperhatikan peringatan dini terkait El Nino.

Dengan memahami perubahan pola cuaca yang terkait dengan El Nino, petani dapat mengatur jadwal penanaman, irigasi, dan pemeliharaan tanaman secara lebih efektif.

El Nino dapat mengganggu musim tanam dan mengubah pola cuaca yang biasanya terjadi.

Perubahan ini dapat menyebabkan penundaan dalam penanaman tanaman, penurunan luas tanam, atau bahkan kegagalan panen.

Petani perlu memperhatikan perubahan cuaca agar dapat menyesuaikan jadwal tanam mereka.

2. Konservasi Air

Mengingat El Nino dapat menyebabkan kekeringan, konservasi air menjadi sangat penting.

Petani perlu mengadopsi teknik irigasi yang efisien, seperti tetes air atau irigasi berkebun yang tepat sasaran, untuk menghemat air.

Mereka juga dapat mempertimbangkan pengumpulan air hujan atau penggunaan sumber air alternatif jika memungkinkan.

Perubahan suku ini sering dikaitkan dengan peningkatan suhu permukaan laut dan penurunan curah hujan di beberapa wilayah.

Baca Juga  Legislator Golkar Alien Mus Minta Pemerintah Fokus Siapkan Langkah Antisipasi Dampak El Nino

Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan, mengurangi ketersediaan air untuk pertanian.
Baca Juga Gelombang Panas Mengancam Indonesia, Siap-Siap

Tanaman membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, dan kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen.

3. Diversifikasi Tanaman

Pertanian yang lebih beragam dapat membantu mengurangi risiko terhadap gangguan iklim.

Petani dapat mempertimbangkan menanam varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering atau panas.

Diversifikasi tanaman juga dapat membantu mengurangi risiko kegagalan panen total jika satu jenis tanaman terpengaruh peristiwa ini.

Kondisi cuaca yang ekstrem yang terkait dengan El Nino, seperti suhu yang tinggi dan kekurangan air, dapat menyebabkan penurunan kualitas tanaman.

4. Manajemen Penyakit dan Hama

El Nino dapat mempengaruhi persebaran penyakit dan hama tanaman.

Petani perlu memperhatikan peningkatan risiko serangan penyakit dan hama selama periode El Nino.

Langkah-langkah pengendalian yang tepat, seperti penggunaan pestisida yang efektif dan penerapan praktik pertanian yang baik, dapat membantu mengurangi kerugian yang disebabkan oleh serangan tersebut.

Fenomena ini dapat mempengaruhi persebaran penyakit dan hama tanaman.

Perubahan kondisi cuaca dapat menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi beberapa penyakit dan hama.

Ini dapat menyebabkan penyebaran yang lebih cepat dan lebih luas dari serangan penyakit dan hama, yang dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300