Lifestyle

Katherine of Aragon: Kehidupan dan Warisan Ratu yang Kuat

179
×

Katherine of Aragon: Kehidupan dan Warisan Ratu yang Kuat

Share this article
katherine
Ilustrasi Katherine of Aragon/https://pin.it/74YhtlN

G24NEWS.TV, JAKARTA – Katherine of Aragon, lahir pada 16 Desember 1485, adalah seorang wanita berkebangsaan Spanyol yang menjadi Ratu Inggris pertama dalam Dinasti Tudor. Kehidupannya yang penuh perjuangan dan warisan kuatnya dalam sejarah Inggris menjadikannya salah satu tokoh terpenting pada zamannya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perjalanan hidup dan warisan Ratu Katherine of Aragon.

Awal Kehidupan

Katherine of Aragon lahir sebagai putri Raja Ferdinand II dari Aragon dan Ratu Isabella I dari Kastilia, pasangan kerajaan yang terkenal karena menyelesaikan penyatuan Spanyol. Pada usia 16 tahun, Katherine menikahi Pangeran Arthur dari Wales, yang sayangnya meninggal hanya beberapa bulan setelah pernikahan mereka.

Peran sebagai Ratu Inggris

Setelah kematian Pangeran Arthur, Katherine of Aragon menjadi istri kedua Raja Henry VIII dari Inggris. Pernikahan mereka terjadi pada tahun 1509, saat Henry naik takhta. Katherine melahirkan sejumlah anak, tetapi hanya satu yang selamat, yaitu putri Maria (yang kemudian dikenal sebagai Maria I dari Inggris).

Baca Juga  Bamsoet Gandeng Investor Manca Negara Kembangkan Blackstone Paradise di Mandalika Lombok

Krisis Pernikahan dengan Henry VIII

Perjalanan hidup Katherine of Aragon dipengaruhi oleh perjuangan untuk mempertahankan pernikahannya dengan Henry VIII. Raja ingin membatalkan pernikahan mereka karena mereka tidak memiliki keturunan laki-laki yang akan menggantikannya sebagai raja. Ini memicu konflik antara Henry VIII dan Gereja Katolik Roma, yang menolak untuk mengizinkan pembatalan pernikahan tersebut.

Warisan dan Pengaruh

Meskipun pernikahannya dengan Henry VIII berakhir dengan perpisahan yang kontroversial, Katherine of Aragon meninggalkan warisan yang kuat dalam sejarah Inggris. Dia adalah ibu dari Ratu Maria I, yang dikenal sebagai “Bloody Mary” karena usahanya memulihkan Katolik Roma sebagai agama resmi di Inggris.

Baca Juga  Pyotr Ilyich Tchaikovsky Sang Komposer Besar Musik Klasik

Selain itu, Katherine of Aragon diingat sebagai wanita yang penuh keberanian dan kesetiaan pada keyakinannya. Dia menolak untuk mengakui pernikahan Henry VIII dengan Anne Boleyn dan mempertahankan bahwa dia adalah istri sahnya sampai akhir hayatnya.

Katherine of Aragon adalah seorang wanita kuat yang berjuang untuk hak dan keyakinannya dalam periode yang penuh gejolak sejarah Inggris. Warisannya dalam sejarah kerajaan Inggris masih dihormati dan diingat hingga saat ini sebagai salah satu tokoh berpengaruh pada zamannya.

banner 325x300