Kader Golkar Minahasa Yakin Raup Suara Besar

47
×

Kader Golkar Minahasa Yakin Raup Suara Besar

Share this article
Ilustrasi sejarah Partai Golkar. Foto: Golkar Indonesia
Ilustrasi sejarah Partai Golkar. Foto: Golkar Indonesia

G24NEWS.TV, JAKARTA – Pasca melewati libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, kader Golkar Minahasa khususnya mereka yang akan berkompetisi dalam pesta demokrasi mengaku optimis dengan hasil yang akan dicapai.

Hal itu dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa Adrie Kamasi SH MH kepada wartawan, Selasa (2/1/2024).

Menurut Kamasi, meski masih dalam suasana perayaan Tahun Baru 2024, namun konsolidasi untuk memantapkan dukungan masyarakat tetap harus berjalan.

“Manfaatkan waktu yang ada untuk memperkuat komitmen warga masyarakat untuk memilih Partai Golkar dan kader-kadernya pada Pemilu 2024 mendatang,” katanya.

Ditambahkannya, kehadiran kader-kader Partai Golkar di Minahasa harus memberikan rasa aman dan nyaman sambil memberikan edukasi politik yang baik dan benar.

“Intinya bahwa jagalah nama baik Partai Golkar dengan melakukan hal-hal positif, sederhana dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Hadirlah sebagai sahabat untuk seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Partai Golongan Karya atau secara umum disingkat dengan Partai Golkar adalah sebuah partai politik di Indonesia. Didirikan sebagai Sekretariat Bersama Golongan Karya pada tahun 1964, dan berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam pemilihan umum nasional pada 1971 sebagai Golkar.

Golongan Karya (Golkar) muncul dari kolaborasi gagasan tiga tokoh, Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara. Ketiganya, mengajukan gagasan integralistik-kolektivitis sejak 1940. Saat itu, gagasan tiga tokoh ini mewujud dengan adanya Golongan Fungsional. Dari nama ini, kemudian diubah dalam bahasa Sansekerta sehingga menjadi Golongan Karya pada 1959. Hingga kini, Golongan Karya dikenal dalam dunia politik nasional sebagai Golkar.

Pada dekade 1950-an, pembentukan Golongan Karya semula diorientasikan sebagai perwakilan dari golongan-golongan di tegah masyarakat. Perwakilan ini diharapkan bisa merepresentasikan keterwakilan kolektif sebagai bentuk ‘demokrasi’ yang khas Indonesia. Wujud ‘demokrasi’ inilah yang kerap disuarakan Bung Karno, Prof Soepomo, maupun Ki Hadjar Dewantara.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News

Editor: Lala Lala

banner 325x300