HeadlineNasional

Jusuf Kalla: Isu Munaslub Tidak ada Untungnya, hanya Turunkan Marwah Partai Golkar

1578
×

Jusuf Kalla: Isu Munaslub Tidak ada Untungnya, hanya Turunkan Marwah Partai Golkar

Share this article
airlangga jk berdua
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menjawab wartawan di kediaman senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/5/2023). Foto: IG Golkar

G24NEWS.TV, JAKARTA – Jusuf Kalla, mantan ketua umum Partai Golkar 2004-2009 mengatakan isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) hanya akan menurunkan marwah partai, sehingga harus dihindari. 

“Sangat tidak setuju karena itu akan lebih menurunkan muruah-nya Golkar,” kata Jusuf Kalla dikutip dari Antaranews, Senin (31/7). 

Dia mengaku tak setuju dengan isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) yang bergulir di internal partainya jelang Pemilu 2024. Isu Munaslub Partai Golkar menurut dia hanya akan menimbulkan perpecahan di internal partai. 

Sedangkan apabila perpecahan terjadi di internal Partai Golkar maka dapat berimbas pada raihan suara pada Pemilu 2024 mendatang.

“Bersatu saja belum tentu menang, apalagi tidak bersatu,” imbuh Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 itu.

Menurut dia, seluruh internal Partai Golkar seharusnya bersatu agar dapat memenangkan Pemilu 2024 yang hanya tinggal kurang dari setahun lagi digelar.

“Bersatulah dalam situasi yang krisis ini artinya waktu yang lebih singkat, bagaimana bisa menang kalau pecah gitu kan? Ya, harus bersatu dulu,” ujar dia. 

Menurut dia, isu bergulirnya Munaslub untuk mengganti kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan sebagai bakal calon presiden (capres) Partai Golkar juga tidak bisa dijadikan dasar alasan. 

“Kalau dengan alasan nasib Pak Airlangga nanti tidak terpilih siapa sih yang bisa memastikan siapa yang terpilih?” ujarnya. 

Baca Juga  Ini Daftar Kandidat Kepala Daerah Lampung yang Diusung Golkar di Pilkada 2024

Munaslub Golkar mengemuka setelah Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam menilai Luhut Binsar Pandjaitan dan Bambang Soesatyo layak menggantikan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum melalui penyelenggaraan Munaslub. Belakangan Bahlil Lahadalia menyatakan siap menjadi ketua umum, untuk menyelamatkan partai. 

Namun di sisi lain, Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi se-Indonesia menyatakan menolak isu munaslub, dan akan tetap fokus bekerja memenangkan agenda politik Pemilu 2024 bersama ketua umum Airlangga Hartarto.  

“Kami ingin menegaskan kalau ada yang mengatakan isu munaslub diusulkan  dua pertiga, kami nyatakan 100 persen kami di sini menolak Munaslub,” kata Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Ahmad Doli Kurnia Tanjung di Badung, Minggu, (30/7). 

Ahmad Doli menyampaikan hal tersebut sebagai juru bicara mewakili Ketua DPD Partai Golkar se-Indonesia dalam Silaturahmi Ketua Umum DPP Partai Golkar dengan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi se-Indonesia di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

“Kami ingin fokus bekerja untuk memenangkan seluruh agenda politik 2024 bersama Bapak Airlangga Hartarto,” ucapnya.

Ahmad Doli mengatakan sebanyak 38 Ketua DPD Partai Golkar Provinsi se-Indonesia lengkap hadir ke Bali memang meminta bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Pertemuan ini adalah inisiatif dari kami semua. Kami meminta untuk bertemu dengan Ketua Umum dan Ketua Umum menyiapkan waktunya di tengah-tengah kesibukan Beliau (Airlangga-red), dicari tempat yang mudah dijangkau teman-teman DPD se-Indonesia. Maka kami sepakat bertemu di Bali ini,” ucapnya.

Baca Juga  Golkar Serukan Politik Saling Memuliakan pada Pemilu 2024

Dia mengungkapkan dari hasil pertemuan dengan Airlangga Hartarto yang tertutup untuk awak media itu telah memperbincangkan banyak hal.

Bahlil dan Luhut Turun ke Dapil Kuatkan Golkar 

Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa mengatakan sebaiknya Luhut Panjaitan dan Bahlil Lahadalia ikut turun ke dapil untuk membesarkan Partai Golkar, alih-alih memunculkan isu Munaslub. 

Manuver Munaslub Partai Golkar untuk mengganti ketua umum menurut Erwin tidak tepat karena saat ini  seluruh energi partai seharusnya fokus bekerja memaksimalkan kemenangan Pemilu 2024.

Jika punya rasa memiliki partai, Bahlil dan Luhut menurut Erwin seharusnya turun ke dapil dan menjalankan kerja politik untuk memenangkan partai.

“Kalau ingin Golkar besar, turunlah ke dapil. Luhut turun ke Sumut buat tambah kursi legislatif. Bahlil bisa jadi caleg di dapil Papua,” ujar Erwin Aksa.

“Di bidang saya, mengkaji bagaimana Golkar bisa mendapatkan kursi lebih di 2024. Mengkaji di dapil mana berisiko kehilangan kursi, sehingga kita tidak kehilangan dapil strategis,” ujar dia. 

banner 325x300