EkonomiHeadline

Jual Minyakita di Atas HET, Jerry Sambuaga Minta Penertiban Agen dan Distributor

223
×

Jual Minyakita di Atas HET, Jerry Sambuaga Minta Penertiban Agen dan Distributor

Share this article
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meninjau pasar tradisional di Samarinda, Kalimantan Timur.
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meninjau pasar tradisional di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto Kemendag)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meminta pemerintah daerah untuk menertibkan seluruh agen atau distributor minyak goreng bersubsidi Minyakita untuk menjual pada pedagang dengan harga sesuai aturan, sehingga mereka bisa menjual kembali pada masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Jerry Sambuaga menyampaikan hal ini saat mengunjungi sejumlah pasar tradisional di Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam kunjungan tersebut, Jerry menemukan pedagang barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional menjual “Minyakita” di atas HET. 

“Minyakita” di sejumlah pasar tradisional di Samarinda dijual seharga Rp16.000 per liter. Padahal pemerintah telah menetapkan HET untuk minyak goreng ‘Minyakita’ di tingkat pedagang atau pengecer maksimal Rp14.000 per liter.

“Pedagang ini menjual ‘Minyakita’ di atas HET karena di tingkat agen atau distributor sudah lebih tinggi dari HET. Saya meminta Dinas Perdagangan Kaltim menerbitkan surat teguran,” ujar dia. 

Baca Juga  Jerry Sambuaga Dorong Digitalisasi di Pasar Rakyat

Menurut Jerry, HET yang diterbitkan pemerintah adalah harga untuk  pedagang eceran, bukan harga di tingkat agen atau distributor.

“Jadi kalau dari agen saja harganya sudah lebih mahal dari HET ya otomatis pedagang pun juga terpaksa menjual di atas HET. Dan ini harus segera diantisipasi,” ujar dia. 

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meninjau pasar tradisional
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meninjau pasar tradisional

Kelangkaan “Minyakita” juga terjadi di Jambi, ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jambi Sudirman. 

Menurut dia, kelangkaan ini akan menyebabkan harga melonjak tinggi. Karena itu pihaknya berkoordinasi dengan produsen yang ada di Jambi, agar bisa menyuplai dan mengatasi kelangkaan ini dan meminta penambahan stok pada pemerintah pusat. 

Menurut dia, jika  terus-menerus mengalami kelangkaan akan memiliki dampak seperti harganya akan tinggi, sehingga potensi memunculkan inflasi.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Terima BKTI-PII Award Sebagai Tokoh Transformasi Industri

“Yang jelas di pasaran ada kekurangan Minyakita, sedangkan minyak non subsidi yang lain tidak ada masalah, yang langka Minyakita,” ujar Sudirman.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan menegaskan akan memberikan sanksi pada pihak-pihak yang menjual Minyakita di atas HET. Sanksi berupa penutupan, baik pada pabrik maupun agen. 

Kelangkaan ini menurut pemerintah karena banyak stok “Minyakita” dijual di luar pasar tradisional. Karena dengan jumlah produksi 300.000 ton per bulan, seharusnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Pemerintah akan menertibkan penjualan di luar pasar tradisional, termasuk toko ritel modern dan e-commerce. Selain itu jumlah produksi “Minyakita” juga akan ditambah menjadi 450.000 ton per bulan. 

banner 325x300