HeadlineNasional

Jokowi: Terima Turis China Harus dengan Protokol Kesehatan

116
×

Jokowi: Terima Turis China Harus dengan Protokol Kesehatan

Share this article
Presiden Jokowi dan siswa-siswa sekolah dasar
Presiden Jokowi disambut siswa-siswi sekolah dasar di kawasan Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata saat menerima turis asing, termasuk dari China

“Wisatawan, sekali lagi kita terbuka bagi turis dari manapun. Tapi yang kita lihat yang banyak dari China. Yang paling penting protokol kesehatan,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi Kawasan Wisata Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (20/1) dikutip dari Antara. 

China saat ini mengalami penyebaran COvid-19 yang sangat tinggi, namun tidak pernah memberikan datanya secara terbuka. Diperkirakan ada hampir 900 juta orang terinfeksi Covid-19  ini dengan angka kematian diperkirakan mencapai 60.000. 

Presiden Jokowi mengatakan otoritas di China telah memeriksa warganya yang hendak melancong ke luar negeri. “Jadi kita tidak perlu khawatir,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga meyakini tingkat imunitas di Indonesia sudah cukup tinggi untuk menerima turis asing masuk, yakni mencapai 98,5. Karena itu, kata Presiden, tidak ada pembatasan seperti kewajiban isolasi bagi turis China yang berkunjung ke Indonesia. “Tidak ada, tidak ada,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga  Masjid Lautze, Pusat Pembauran Islam dan Tionghoa di Jakarta  

Menurut Presiden, pada awal Februari 2023, akan banyak turis mancanegara, terutama dari China yang mengunjungi Manado, Sulawesi Utara.

Otoritas China sejak 8 Januari 2023 membebaskan warganya ke luar negeri untuk berbagai tujuan. Mulai tanggal tersebut, China juga membebaskan para pelaku perjalanan internasional dari kewajiban karantina setibanya di China.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk pelonggaran setelah hampir tiga tahun China menerapkan kebijakan nol kasus COVID-19 secara ketat sehingga warga setempat tidak bisa leluasa bepergian ke luar negeri.

Pembatasan Turis China

Namun, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan anggota Uni Eropa menerapkan pembatasan kedatangan warga negara China lantaran China dinilai tidak transparan dalam melaporkan perkembangan terbaru COVID-19.

China  menuduh negara-negara tersebut bertindak diskriminatif. China  melancarkan aksi balasan terhadap Jepang dan Korsel dengan tidak memberikan visa kunjungan.

Baca Juga  Dave Laksono Tanggapi Terbitnya Peta Standar China 2023

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa Xi mengutarakan kekhawatiran ini saat menelepon sejumlah pejabat pada Rabu (18/1) lalu.

“Xi mengatakan dia utamanya khawatir terhadap daerah-daerah pinggiran dan penduduk daerah pinggiran setelah negara menyesuaikan aturan Covid-19,” demikian pemberitaan Xinhua. 

Infeksi Covid-19  di China meledak  setelah pemerintah melonggarkan kebijakan zero Covid gara-gara demonstrasi di berbagai daerah. 

Menjelang Imlek pemerintah khawatir Covid-19 akan makin menyebar. Perayaan tahun baru di China biasanya dirayakan secara besar-besaran dan menjadi salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia. 

Seperti Lebaran di Indonesia, setiap Imlek, warga China biasanya pulang kampung untuk bertemu dengan sanak saudara.

 

banner 325x300