Politik

JK Tolak Munaslub, Minta Kader Golkar Solid Hadapi Pemilu

257
×

JK Tolak Munaslub, Minta Kader Golkar Solid Hadapi Pemilu

Share this article
JK Tolak Munaslub, Minta Kader Golkar Solid Hadapi Pemilu
JK Tolak Munaslub, Minta Kader Golkar Solid Hadapi Pemilu

G24NEWS.TV, JAKARTA – Mantan ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla tolak Munaslub Golkar dan meminta Golkar tetap solid menghadapi pemilu 2024 yang sudah di depan mata.

“Dalam situasi yang krisis ini artinya dalam waktu yang singkat (menuju) pemilu, Bersatulah.Bagaimana bisa menang kalau pecah, maka harus bersatu. Karena Airlangga sudah diberikan mandat maka hormati itu. Jangan golkar dilibatkan dalam situasi yang sulit”, ujar JK dalam pernyataannya soal tolak munaslub.

Hal itu menyusul adanya isu munaslub di tubuh partai Golkar yang akan mencopot ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto.

JK meminta agar semua kader Golkar menghormati mandat yang telah diberikan kepada Airlangga sebagai nahkoda Partai Golkar.

Baca Juga  Jerry Sambuaga Komentari Nomor Urut Prabowo-Gibran

JK juga menyatakan Munaslub justru akan menjatuhkan marwah Partai Golkar sebagai partai besar dan peraih suara terbanyak kedua pada pilpres 2019.

“Sangat tidak setuju dengan munaslub, karena itu akan menjadikan marwah Golkar sebagai partai besar dan pemenang suara terbanyak kedua.  Jadi siapa pun harus memahami itu bahwa ini soal organisasi harus bersatu. Yang penting itu kita bersatu supaya kita bisa terpilih baik eksekutif maupun legislatifnya. Bersatu saja belum tentu menang apalagi kalau tidak bersatu”, tegasnya.

JK meminta agar Golkar dapat menjadi partai mandiri yang tidak terlalu begantung pada koalisinya dalam mengambil langkah politik.

Baca Juga  Jusuf Kalla: Pengabdian di PMI, Bentuk Pengamalan Sila Kedua Pancasila

Menurut JK apabila Golkar dapat memperoleh posisi wakil maka itu akan berpengaruh pada elektabilitas Golkar.

“Sebagai partai besar yang mempunyai kemampuan atau partai kedua terbesar yang mempunyai kemampuan kekuasaan itu apabila menjadi wakil. maka Golkar punya peluang untuk menaikkan suaranya. Golkarnya sendiri agak telat atau sangat tergantung pada koalisi-koalisinya. Harusnya partai itu bisa mandiri. Secara demokrasi bahaya kalau begini terus ketika partai tidak bisa mandiri, beda partainya diganggu lagi, maka makin kacau republik ini”, ujar JK.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300