Ekonomi

Jerry Sambuaga: Kolaborasi Antara Lembaga Kunci Hadapi Ancaman Krisis Pangan

157
×

Jerry Sambuaga: Kolaborasi Antara Lembaga Kunci Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Share this article
Wakil Menteri Perdagangan dan Ketua Umum AMPI Jerry Sambuaga. Foto: Kemendag
Wakil Menteri Perdagangan dan Ketua Umum AMPI Jerry Sambuaga. Foto: Kemendag

G24NEWS.TV, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan kolaborasi antara kementerian dan lembaga penting untuk menghadapi ancaman krisis pangan global.

Kolaborasi dan kerja sama antar kementerian dan lembaga, jelasnya, bertujuan untuk  perumusan strategi isu yang penting dan mendesak dapat lebih implementatif dan berdampak.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamendag Jerry saat menjadi narasumber dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD), di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, belum lama ini.

Tema diskusi adalah Strategi Ketahanan Pangan Nasional Menghadapi Ancaman ElNino dan Krisis Pangan Global.

Dia mencontohkan forum diskusi merupakan bentuk kolaborasi agar perumusan strategi untuk isu-isu yang penting dan mendesak dapat lebih implementatif dan berdampak.

Wamendag Jerry mengungkapkan, peringkat TheGlobal Food Security Index(GFSI) Indonesia pada 2022 berada di level 63 dari 113 negara dengan skor 60,2.

Baca Juga  Pemerintah Indonesia dan Turki Sepakat Kerja Sama Bidang Panas Bumi

Indonesia menduduki urutanke-4 di antara negara ASEAN lainnya, yaitu Singapura di peringkat 28, Malaysia di peringkat 41, Vietnam di peringkat 46, Thailand di peringkat 64, dan Filipina di peringkat 67.

Fluktuasi Harga Pangan dan Energi

“GFSI Indonesia berada di peringkat 63 dari 113 negara. Kondisi ini perlu kita waspadai, sebab ketahanan pangan Indonesia tidak terlepas dari tantangan global yang mencakup fluktuasi harga pangan dan energi global, disrupsi rantai pasok global, serta perubahan iklim yang menjadi isu penting saat ini,” kata Wamendag Jerry, seperti dilansir dari laman Kemendag RI, Kamis (28/9/2023).

Berdasarkan data World Metrological Organization (WMO) dan the US Climate Prediction Center ENSO, kawasan di Asia Pasifik akan mengalami El Nino pada 2023.

Baca Juga  Kepala Balitbang Golkar Dorong Kemajuan Teknologi dan Informasi

Bahkan, El Nino di Indonesia diprediksi berlanjut pada semester II 2023.Wamendag Jerry menyebutkan, beberapa faktor berpengaruh terhadap rantai pasok global, antara lain kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19 dan konflik Rusia-Ukraina.

Sementara, di tengah krisis pangan global, beberapa negara juga melakukan aksi pembatasan ekspor produk pangan tertentu, seperti Argentina yang masih menerapkan larangan ekspor untuk kedelai hingga akhir 2023 dan India yang mengumumkan rencana pelarangan ekspor beras.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Indonesia telah berhasil mengendalikan angka inflasi, khususnya inflasi pangan bergejolak.

Inflasi Indonesia tercatat sudah kembali berada di bawah angka empat persen. Pada Agustus 2023, bahkan tercatat 3,27 persen (YoY) lebih rendah dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300