Nasional

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci 249 Orang

180
×

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci 249 Orang

Share this article
Ilustrasi: Jemaah haji Indonesia yang telah merampungkan Fase Mina bersiap kembali ke hotel masing-masing, Sabtu (1/7/2023). Foto: Kemenag
Ilustrasi: Jemaah haji Indonesia yang telah merampungkan Fase Mina bersiap kembali ke hotel masing-masing, Sabtu (1/7/2023). Foto: Kemenag

G24NEWS.TV, JAKARTA – Hingga hari ini, Sabtu (1/7/2023), total jemaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 249 orang, termasuk  29 jemaah haji yang meninggal dunia pada hari ini.

Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin merincikan jemaah yang wafat di Arafah 13 orang.

Kemudian, di Mina 51 orang, di Makkah sebanyak 146 orang, di Madinah sebanyak 36 orang dan Jeddah sebanyak 3 orang.

Sementara itu, Fase Mina hari ini berakhir, jemaah telah mengambil Nafar Tsaani dan menyelesaikan lontar jumrahnya.’

Mereka secara bertahap meninggalkan Mina dijemput petugas di tendanya dan selanjutnya dibawa ke hotel masing-masing jemaah.

“Sebanyak 156.730 jemaah atau 73,75% dari total jemaah melakukan nafar awal dan 33.033 jemaah atau 26,25% dari total jemaah melakukan nafar tsani,” jelas  Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (1/7/2023), dalam laman resmi Kemenag.

Baca Juga  7 Oknum Disdukcapil Lampung Utara Terjaring OTT Pungli

Nafar Awal adalah pilihan untuk keluar dari Mina dan kembali ke Makkah pada 12 Zulhijah.

Jemaah Nafar Awal harus meninggalkan Mina pada hari Tasyrik kedua sebelum terbenamnya matahari.

Sementara Nafar Tsani, pilihan keluar dari Mina pada 13 Zulhijah

“Bagi jemaah yang melakukan nafar awal seluruhnya telah diberangkatkan kembali ke hotel di Makkah”.

“Dan hari ini, jemaah yang melakukan Nafar Tsani secara bertahap meninggalkan Mina menuju hotelnya masing-masing,” lanjut Fauzin.

Seiring berakhirnya fase Mina, kata Fauzin, para petugas di hotel sudah bersiap menyambut jemaah.

Selanjutnya Tawaf Ifadah dan Sa’i

Petugas haji di sektor khusus Masjidil Haram juga sudah berada di posnya masing-masing menyambut jemaah yang akan menjalankan Tawaf Ifadah dan Sa’i.

Baca Juga  Dewan Pakar Partai Golkar: Pemilu Sistem Proporsional Terbuka Sudah Tepat

“PPIH mengimbau jemaah agar memanfaatkan waktu istirahat di hotel untuk memulihkan stamina tubuh sebelum menjalani Tawaf Ifadah dan Sa’i”.

“Stamina prima jemaah sangat dibutuhkan saat tawaf Ifadhah dan Sa’i,” lanjutnya.

Bagi jemaah lansia, risti dan penyandang disabilitas, ujar Fauzin, dapat memanfaatkan layanan kursi roda dan skuter di Masjidil Haram untuk Tawaf dan Sa’i.

Selain tidak mengurangi esensi dari Tawaf dan Sa’i-nya, memanfaatkan jasa kursi roda dan skuter tidak membuat jemaah kelelahan.

“Gunakan layanan kursi roda dan petugas resmi di Masjidil Haram, abaikan bila ada tawaran jasa kursi roda tidak resmi”.

“Jangan sungkan meminta bantuan petugas haji Indonesia yang berada di Masjidil Haram,” jelasnya.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

 

banner 325x300