Nasional

Jawa Barat dalam Politik Tanah Air dan Peluang Partai Golkar

428
×

Jawa Barat dalam Politik Tanah Air dan Peluang Partai Golkar

Share this article
Partai Golkar
Partai-Golkar

Oleh: Imam Mudofaf, Kader Partai Golkar dan Alumni Golkar Institute Batch 9

G24NEWS, JAKARTA – Jawa Barat, dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, membuatnya menjadi mojang geulis yang banyak diperebutkan banyak orang dalam percaturan politik nasional.

Peneliti Senior Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Philips J Vermonte mengatakan Jawa Barat adalah salah satu daerah kunci yang penting dalam peta politik Tanah Air. Jabar menurut dia tidak hanya luas secara geografis, tetapi juga merupakan lumbung suara besar.

Pada Pemilu 2019 lalu, Jawa Barat memiliki 91 kursi dari total 575 kursi di DPR. Jawa Barat mempunyai 33 juta penduduk yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilu. Diperkirakan kondisi serupa juga akan terjadi pada Pemilu 2024 mendatang.

Jawa Barat tidak hanya menarik dari segi statistik saja, tapi secara historis dan geopolitik juga terbilang unik dan menarik untuk dikaji dan diteliti.

Pertama, secara historis daerah ini tumbuh dengan kultur pemilih van Islamisme yang kuat. Buktinya pada Pemilu 1955, Jawa Barat adalah salah daerah kemenangan Masjumi dengan 1.833.897 suara, mengungguli PNI, PKI bahkan NU.

PNI, meraih 1.513.540 suara, disusul PKI dengan 739.551 suara dan NU sebanyak 645.433 suara. Data ini menunjukkan betapa kuatnya gerakan politik van Islamisme di Jawa Barat pada awal-awal perjalanan demokrasi bangsa ini.

Jawa Barat juga kerap kali menjadi penopang utama kemenangan partai politik di tingkat nasional. Partai yang mendulang suara terbanyak di Jawa Barat kerap kali muncul sebagai pemenang di tingkat nasional.

Baca Juga  Airlangga Hartarto: Dunia Perlu Bersatu Pulihkan Ekonomi Pascapandemi Covid-19

Misalnya pada Pemilu 2004, Golkar menang di Jawa Barat dengan suara sebanyak 5.775.002 suara atau meraih 28 kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat. Kemenangan ini mampu mendongkrak kemenangan di tingkat nasional dengan raihan suara 24.480.757 atau meraih 21,57% suara sah nasional dan menempati 128 kursi di parlemen.

Kondisi serupa juga pernah terjadi di PDI Perjuangan pada 2014. Partai banteng memeroleh suara 4.159.404 atau 19,63% suara sah di Jawa Barat dan mendapatkan 20 kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan ketika itu, Golkar menempati posisi ke dua dengan raihan suara 3.540.629 atau 16,71% dari suara sah di Jawa Barat dan menempati 17 kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat.

Urutan raihan suara di Jawa Barat ini juga sama persis dengan raihan suara nasional, PDI Perjuangan menempati posisi pertama dengan menempati 109 kursi di parlemen dan Golkar di posisi ke dua dengan menempati 91 kursi di parlemen.

Namun 2019 kemarin di mana kemenangan Gerindra dengan raihan 25 kursi di Jawa Barat tidak berbanding lurus dengan kemenangan partai besutan Prabowo itu di tingkat nasional yang hanya menempati posisi ke tiga setelah PDI Perjuangan dan Golkar.

Bagi Golkar, Jawa Barat juga sangat penting jika menargetkan kemenangan di Pemilu 2024 mendatang. Butuh sentuhan lain di Jawa Barat agar Golkar mampu menjadi partai pemenang baik di tatar Pasundan maupun di nasional.

Baca Juga  Golkar Hadiahi Prabowo Kuda dan Cangkul, Artinya Siap Melompat dan Menanam 

Tumpuan kemenangan Partai Golkar di Jawa Barat itu kini ada di pundak Ketua DPD Golkar Jawa Barat, TB. H. Ace Hasan Syadzily. Munculnya Kang Ace sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat ini akan membawa sentuhan lain bagi partai berlambang tangkal caringin itu.

Sosoknya yang masagi baik secara ketokohan, keilmuan maupun keagamaan bisa menjadi magnet tersendiri baik bagi kalangan pemilih Golkar tulen, maupun pemilih Islam yang masih cukup dominan di Jawa Barat.

Terlebih privilege Kang Ace sebagai seorang putra kyai dan alumni dari berbagai pesantren di Jawa Barat (salah satunya Pondok Pesantren Cipasung yang dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Jawa Barat ini) akan menjadi rebranding bagi Golkar di Jawa Barat bagi kalangan pemilih Islam.

Meski demikian, tentu kemenangan Partai Golkar di Jawa Barat tentu tidak bisa bertumpu hanya pada sosok Kang Ace seorang. Kekompakan dan soliditas seluruh elemen yang ada di Partai Golkar juga menjadi syarat mutlak yang harus dilakukan.

Terlebih ada tiga variabel penting yang harus dilakukan agar Partai Golkar di Jawa Barat bisa menjadi pemenang. Pertama, mempertahankan raihan suara yang diperoleh pada 2019. Ke dua, mengembalikan suara partai Golkar yang hilang di 2019. Terakhir, menyentuh dan menarik minimal 20% suara Islam yang masih dominan di Jawa Barat.

 

 

banner 325x300