Olahraga

Jadi Pembicara YPL 13 Golkar Institute, Menpora RI Dito Ariotedjo Terangkan Kebijakan Pemerintah Soal Kepemudaan

169
×

Jadi Pembicara YPL 13 Golkar Institute, Menpora RI Dito Ariotedjo Terangkan Kebijakan Pemerintah Soal Kepemudaan

Share this article
Menpora RI Dito Ariotedjo berfoto bersama peserta Executive Education Program For Young Political Leader Batch 13 Golkar Institute, DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (30/8/2023) siang. Foto: Kemenpora RI
Menpora RI Dito Ariotedjo berfoto bersama peserta Executive Education Program For Young Political Leader Batch 13 Golkar Institute, DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (30/8/2023) siang. Foto: Kemenpora RI

G24NEWS.TV, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menjadi pembicara dalam Executive Education Program For Young Political Leader (YPL) Batch 13 Golkar Institute, DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2023) siang.

Dalam acara itu, Menpora memaparkan soal kebijakan Pemerintah soal kepemudaan yang saat ini sedang berlangsung dan yang akan dijalankan di masa mendatang.

“Kami di Kemenpora membuat contoh-contoh program kepemudaan,” jelas Dito Ariotedjo.

Dia mencontohkan wirausaha muda, yang sekarang dirombak lebih konkrit dan tidak lagi hanya sebatas seminar.

“Namun kami mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan multinasional dan lokal. Di setiap daerah kami minta agar ada pelatihan,” papar Menpora.

Salah satu kegiatan yang telah berjalan, sambung Menpora Dito, yaitu Kreativesia, yang mengumpulkan seluruh komunitas kreatif dan juga seluruh dinasan pemuda dan olahraga seluruh provinsi.

Baca Juga  Kemenpora Jalin Nota Kesepahaman dengan Palang Merah Indonesia

Ajang ini mempertemukan dan mempertandingkan kreasi-kreasi anak muda.

“Tetapi hal-hal seperti ini tidak akan bisa masif untuk mengangkat anak muda seluruh Indonesia”.

“Jadi yang kami lakukan kemarin adalah bagaimana caranya setiap dinas kepemudaan dan keolahragaan di Indonesia ini memiliki komitmen untuk membuat program di daerah,” terang Menpora.

Dia mengatakan Kemenpora kemudian menginisiasi kebijakan yang mewajibkan dinas pemuda dan olahraga di daerah untuk memberikan anggaran khusus guna penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keolahragaan dan kepemudaan.

Penganggaran untuk program-program seperti ini sebelumnya bukanlah menjadi kewajiban dinas di daerah.

“Selama ini untuk kegiatan pemuda dan olahraga hanya sebatas pilihan”.

“Jadi ini subjektif, kalau gubernurnya atau wali kota/bupatinya mantan aktivis atau suka olahraga, ya biasanya dukungannya kuat,” tutur Menpora.

 Anggaran Kegiatan Kepemudaan

Usaha ini kemudian menghasilkan Surat Edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 18 Agustus silam yang mewajibkan seluruh dinas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota itu menganggarkan kegiatan untuk olahraga dan kepemudaan di tahun 2024 mendatang.

Baca Juga  Man of The Match Final Piala Dunia 2022: Lionel Messi

Diakui Menpora, kebijakan ini mungkin akan berpengaruh pada kondisi anggaran pemerintah daerah.

Karena itu Menpora juga mencarikan solusi anggaran tambahan dari pusat.

“Sehingga nantinya dari Kemenpora tinggal memberikan contoh-contohnya yang bisa diterapkan di daerah”.

“Misalnya bagaimana membuat program wirausaha, kepemudaan, atau bagaimana cara mendorong komunitas,” urai Menpora.

Suasana dialog interaktif siang itu berlangsung antuasias.

Seusai sesi dialog, Menpora Dito lantas membagikan suvenir berupa topi dan kaus kepada para peserta.

Hadir mendampingi Menpora dalam kegiatan tersebut staf khusus Alia Noorayu Laksono dan Venno Tetelepta.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300