Ekonomi

Jadi Komoditas Andalan, Masyarakat Desa di Sekitar Kebun Sawit Masih Miskin

128
×

Jadi Komoditas Andalan, Masyarakat Desa di Sekitar Kebun Sawit Masih Miskin

Share this article
petani membawa hasil panen dari kebun kelapa sawit
petani membawa hasil panen dari kebun kelapa sawit. (Foto file - Anadolu Agency)

G24NEWS.TV, YOGYAKARTA – Masyarakat yang tinggal di sekitar kebun kelapa sawit belum sepenuhnya mendapat dampak positif secara ekonomi alias masih miskin, meski komoditas tersebut menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. 

Hal itu mengemuka dalam Konferensi Internasional “The Paradox of Agrarian Change: Food Security and the politic of social Protection in Indonesia, Rabu (18/1), di Gedung Masri Singarimbun, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam konferensi tersebut terungkap bahwa pertumbuhan ekonomi negara-negara berpenghasilan menengah di Asia Tenggara selama beberapa dekade terakhir menuai pujian karena berhasil mengurangi angka kemiskinan, baik secara absolut maupun relatif.  Meski angka kemiskinan di Indonesia menurun, namun angka kerawanan pangan terutama di daerah pedesaan sekitar perkebunan sawit masih tinggi. 

Baca Juga  Ini 4 Kunci Pangkas Kemiskinan di Indonesia Menurut Dedi Mulyadi 

Antropolog dari Universitas Indonesia, Suraya Afif mengatakan masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit belum mendapat dampak signifikan dari sisi ekonomi. 

Sebaliknya masyarakat ini miskin dan mengalami keterbatasan akses pangan dan sumber daya. Mereka bahkan sulit mendapatkan pekerjaan karena ketiadaan lahan pertanian. 

“Pemerintah seharusnya membuat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit untuk keluar dari kungkungan kemiskinan bukan semata-mata sekedar memberikan konsesi lahan pada perusahaan sawit,” ujar dia. 

Arif melakukan riset pada masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit dan menemukan bahwa banyak pemuda dan perempuan keluar dari desa untuk mencari penghasilan ke kota. Mereka tidak dapat memiliki mata pencaharian yang bisa diandalkan di desa. 

Baca Juga  Tingkat Kemiskinan di Indonesia pada Maret 2023 Turun, tapi Kesenjangan Kota dan Desa Makin Lebar

Desa Sekitar Kebun Sawit Miskin dan Hadapi Soal Gizi – Stunting

“Sebenarnya obsesi mereka punya lahan untuk mata pencaharian namun lahan dikuasai perusahaan perkebunan,” jelas. 

Ironisnya masyarakat di kawasan ini juga memiliki kendala akses pada sumber pangan sehingga selain hidup miskin ada juga yang menghadapi masalah persoalan gizi hingga stunting. 

Sosiolog dari Universitas Sumatera Utara Henri Sitorus mengatakan masyarakat membutuhkan akses pangan  dan sumber daya lahan. 

“Studi kasus yang kita temukan sangat beragam terkait keamanan pangan dan perikanan. Belum lagi ketimpangan dan kesempatan kerja di perusahaan perkebunan meski hanya sebagai buruh lepas,” ujar dia. 

.

 

banner 325x300