Politik

Ahmad Doli Pertanyakan Izin Kampanye Politik di Fasilitas Pemerintah dan Sekolah

126
×

Ahmad Doli Pertanyakan Izin Kampanye Politik di Fasilitas Pemerintah dan Sekolah

Share this article
Pertanyakan Izin Kampanye Politik di Fasilitas Pemerintah dan Sekolah
Pertanyakan Izin Kampanye Politik di Fasilitas Pemerintah dan Sekolah

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mempertanyakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal izin kampanye politik di fasilitas pemerintah dan pendidikan.

Walaupun tidak menggunakan atribut kampanye, ia khawatir implementasi dari izin kampanye politik tersebut akan menimbulkan polemik.

Maka dari itu, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut pada rapat kerja mendatang bersama dengan mitra kerja penyelenggara pemilu.

“Karena ini sesuatu yang baru, kami akan meminta penjelasan lebih rinci saat Pemerintah melalui KPU melakukan konsultasi untuk merevisi PKPU dengan Komisi II DPR.  Tentu, implementasi harus diperjelas,” tanggap Doli.

Baca Juga  Golkar Konsisten Upayakan Airlangga Cawapres Prabowo

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menyarankan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat untuk melakukan pengawasan maksimal.

Hal ini perlu jadi perhatian agar tidak menimbulkan konflik yang tidak diinginkan. Selain itu, ia berharap tidak semua lembaga pendidikan menjadi ruang untuk kampanye.

“Jangan provokatif dan tidak menimbulkan polarisasi. Jangan sampai ada ajang pertarungan politik. Walaupun belum ada aturan teknis, saya kira daerah harus mempersiapkan diri, termasuk Kota Solo,” tandas Doli.

Sebagai informasi, berdasarkan Putusan MK Nomor 65/PUU-XXI/2023 yang dibacakan pada Selasa (15/8/2023), MK mengizinkan peserta pemilu melakukan kampanye di fasilitas pemerintah dan pendidikan.

Baca Juga  Kampanye Boleh Dilakukan di Tempat Pendidikan dengan Syarat

Akibat keputusan tersebut, sebagian masyarakat Indonesia melayangkan kritik ke sejumlah media.

Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti.

Ia menyatakan bahwa tempat pendidikan dan fasilitas pemerintahan merupakan ruang netral untuk kepentingan publik, bukan untuk kampanye.

Senada, Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo mengatakan jika tempat pendidikan dijadikan tempat berkampanye, secara teknis, akan menyulitkan sekolah sekkaligus membahayakan keselamatan peserta didik.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300