Politik

IPWS: Faktor Jokowi Signifikan Dongkrak Suara Golkar

52
×

IPWS: Faktor Jokowi Signifikan Dongkrak Suara Golkar

Share this article
Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Ist
Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Konsultan Komunikasi Politik Ipang Wahid Stratejik (IPWS), Irfan Wahid, menilai faktor terbesar meningkatnya suara Partai Golkar dalam hasil hitung cepat Pileg 2024 adalah efek ekor jas (coat-tail effect) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menjelaskan Golkar adalah satu-satunya partai yang tidak menggunakan efek ekor jas dari calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 dan memilih menggunakan efek ekor jas Jokowi.

“Golkar ini strategi dan penempatan posisinya menggunakan efek coat-tail Pak Jokowi karena walaupun tidak mencalonkan jadi capres, tapi masih memiliki pendukung yang jumlahnya sangat tinggi,” kata pria yang akrab disapa Ipang tersebut ketika dihubungi di Jakarta, Senin (19/2/2024).

Menurutnya, Golkar memposisikan diri menjadi “rumah baru” bagi para pendukung Jokowi yang jumlahnya masih tinggi di kisaran 73-80 persen, terutama bagi sebagian pendukung yang tidak nyaman dengan PDI Perjuangan (PDIP) karena sempat adanya hubungan yang mengeras antara Jokowi dan PDIP.

Baca Juga  Airlangga Paparkan Kontribusi Indonesia di Forum Internasional

“Dengan adanya kejadian hubungan yang agak mengeras antara PDIP dan Jokowi, otomatis para pendukung Jokowi ini sebagian juga mungkin bingung harus memilih partai yang mana. Itulah yang dipakai oleh Golkar,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Dukungan Kepada Jokowi

Ipang mengatakan, langkah Golkar tersebut bukanlah tanpa alasan karena beberapa kader partai itu telah menunjukkan dukungan mereka kepada Jokowi.

“Golkar memposisikan dirinya sebagai rumah baru pendukung Jokowi ini, menurut saya tidak asal ngomong karena Pak Airlangga Hartarto menjadi Menko Perekonomian. Di situ juga ada Pak Luhut yang menjadi Menko Marves. Jadi, di sektor ekonomi ini, Golkar yang all out untuk Pak Jokowi, dan publik bisa menerima serta melihat itu,” ujarnya.

Baca Juga  Airlangga Sebut Kepuasan Publik pada Presiden Tinggi

Selain itu, lanjutnya, Golkar sudah sejak lama menempatkan posisinya sebagai pembela Jokowi yang tegak lurus.

“Dari awal tahun 2019, pendukung Pak Jokowi sampai sekarang satu-satunya tinggal Golkar. Itu yang selama ini digunakan sebagai penempatan oleh Golkar. Golkar Jokowi untuk Indonesia atau Jokowi Golkar. Makanya, ada banyak iklannya. Pendekatan itu menurut saya sangat efektif,” kata dia.

Email: Dharmasastronegoro@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300