HeadlineNasional

Ini Sejarah Hari Tritura, Salah Satu Tonggak Lahirnya Orde Baru 

342
×

Ini Sejarah Hari Tritura, Salah Satu Tonggak Lahirnya Orde Baru 

Share this article
Demonstrasi Mahasiswa pada 1966. (geheugen.delpher.nl)
Demonstrasi Mahasiswa pada 1966. (geheugen.delpher.nl)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Berikut sejarah tentang Hari Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat yang diperingati setiap 10 Januari, yang dianggap menjadi salah satu tonggak lahirnya pemerintahan Orde Baru untuk menggantikan Orde Lama.

Pada akhir 1965 Indonesia mengalami hari-hari yang cukup menegangkan sejak meletusnya peristiwa berdarah Gerakan 30 September 1965 atau G30S. Berbagai demonstrasi digelar mahasiswa dan kelompok lain untuk mendesak Presiden Soekarno memperbaiki kondisi bernegara.

Salah satu sebab utama gelombang demonstrasi ini adalah para mahasiswa menganggap Presiden Soekarno tidak tegas dan lamban mengambil keputusan soal Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu dituding menjadi dalang dari peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal Angkatan Darat (AD).

Ada banyak organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat lain dalam gerakan demonstrasi 1966-an itu.  Kelompok yang menjadi motor adalah KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), KABI (Kesatuan Aksi Buruh Indonesia), KASI (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia), KAWI (Kesatuan Aksi Wanita Indonesia) hingga KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia).

Baca Juga  [KOLOM] Aneka Ria Safari Jokowi 

Isi Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat:

1. Bubarkan Partai Komunis Indonesia

Pemerintahan Presiden Soekarno dianggap lamban soal PKI yang dituding menjadi dalang dibalik peristiwa yang terjadi pada tangga 30 September 1965.

2. Rombak Kabinet Dwikora

Kabinet Dwikora bentukan Presiden Soekarno dianggap gagal menjaga kondisi ekonomi, politik dan sosial masyarakat. Mereka malah sibuk dengan konfrontasi Indonesia dan Malaysia serta Irian Barat.

3. Turunkan Harga

Rakyat terjepit dengan harga-harga barang kebutuhan yang mahal sehingga menganggap pemerintah salah mengambil kebijakan ekonomi.

Baca Juga  Polri Kaji Aplikasi Pendeteksi 191.000 Ponsel Impor Ilegal

Tanggapan Presiden Soekarno

Potret Mayor Jenderal Soeharto menghadiri pemakaman lima jenderal yang tewas dalam peristiwa Gerakan 30 September. (commons.wikimedia)
Potret Mayor Jenderal Soeharto menghadiri pemakaman lima jenderal yang tewas dalam peristiwa Gerakan 30 September. (commons.wikimedia)

Tritura, Presiden Soekarno mencoba mengakomodir Tritura ini dengan merombak susunan dalam kabinet pemerintahan, namun masih memasukkan para kader dari PKI. Para demonstran kecewa dan kembali menggelar aksi, yang berakhir dengan meninggalnya seorang mahasiswa akibat tembakan aparat. Mahasiswa itu bernama Arif Rahman Hakim.

Desakan mahasiswa ini membuat Presiden Soekarno menerbitkan Surat Perintah 11 Maret atau yang disebut Supersemar. Dalam surat tersebut, Presiden Soekarno memberi mandat dan otoritas pada Jenderal Soeharto untuk memulihkan keadaan.

Bersama dengan Tritura, Supersemar juga merupakan cikal bakal masa pemerintahan orde baru. Pengorbanan dan perjuangan mahasiswa serta elemen masyarakat lain pada era 1966 ini patut menjadi bagian penting sejarah bangsa Indonesia.

 

banner 325x300