HeadlineNasional

Ini Ketua Umum Partai Golkar dari Masa ke Masa, Pernah Dipimpin Tentara hingga Wartawan

355
×

Ini Ketua Umum Partai Golkar dari Masa ke Masa, Pernah Dipimpin Tentara hingga Wartawan

Share this article
Foto Jajaran pengurus Partai Golkar bersama Presiden Jokowi
jajaran pengurus Partai Golkar bersama Presiden Jokowi

G24NEWS.TV, JAKARTA — Partai Golkar mempunyai sejarah panjang di Indonesia, dimulai dengan berdirinya Sekber Golkar di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno atau tahun 1964, berikut ketua ketua umum golkar masa ke masa.

Namun gagasan tentang tentang Golkar bisa ditelusuri dari pemikiran tiga tokoh, Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara tentang gagasan integralistik-kolektivisme sejak 1940.  Gagasan tiga tokoh ini mewujud dengan adanya Golongan Fungsional yang kemudian diubah menjadi Golongan Karya pada 1959.

Sementara Sekber Golkar dibentuk oleh Angkatan Darat pada 1964. Pada Pemilu 3 Juli 1971, Golkar memperoleh 62,8% suara sehingga mendapatkan 236 dari 360 kursi anggota dalam DPR.

Berikut ini nama-nama ketua umum Golkar dari masa ke masa:

1. Djuhartono (1964-1969)

Djuhartono ketua Golkar Pertama

Ketua umum pertama Golkar adalah Djuhartono, seorang tentara dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal. Sebelum Golkar berdiri, Djuhartono adalah orang penting di Front Nasional, sebuah badan yang dibentuk untuk membantu kampanye pembebasan Irian Barat.

Djuhartono adalah salah satu dari tiga sekretaris front tersebut. Seusai pembebasan Irian Barat, PKI mendesak Front Nasional dibubarkan karena ada Angkatan Darat di dalamnya.

Namun Djuhartono, seperti hampir semua perwira tinggi AD, tidak percaya PKI. Itu sebabnya Front Nasional tidak dibubarkan. Justru, pada 20 Oktober 1964 dalam rapat gabungan dewan pimpinan pusat Front Nasional dan 61 golongan karya, ada kesepakatan untuk membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) yang menjadi cikal – bakal dari terbentuknya Partai Golongan Karya tersebut.

2. Suprapto Sukowati (1969-1973)

Suprapto Sukowati adalah perwira penting di Angkatan Darat. Pangkat terakhirnya adalah Mayor Jenderal yang lebih banyak menangani hubungan tentara dengan sipil.

Bersama kawan-kawannya, Sukowati membentuk sejumlah macam-macam Badan Kerjasama (BKS) golongan-golongan karya dan Militer seperti BKS Buruh Militer, BKS Seniman Militer, BKS Pemuda Militer dan lain-lain. Dia kemudian mengurusi Badan Pembina Potensi Karya (BPPK) dan pernah pula mengurusi Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FBPIB).

Baca Juga  Dukung Prabowo, Pengamat: Airlangga Hartarto Berhasil Bangun Koalisi

3. Amir Moertopo (1973-1983)

Dia adalah tentara kelahiran Nganjuk Jawa Timur dengan pangkat terakhir mayor jenderal. Bersama Djuhartono dan Sukowati, dia banyak berkontribusi pada hubungan sipil militer sebelum akhirnya menjadi ketua Golkar

4. Sudharmono (1983-1988)

soedarmono golkar maju

soedarmono ketua umum golkar

Sudharmono yang menjadi ketua umum Golkar keempat pada Munas Golkar III tahun 1983 merupakan tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.

Dia lahir di Cerme, Gresik pada 12 Maret 1927. Sebagai Ketua, Sudharmono banyak melakukan inspeksi keliling cabang Golkar di daerah. Sudharmono juga menggerakan anggota Golkar untuk mendapatkan lebih banyak pemilih Golkar, hasilnya suara Golkar meningkat dari 64% menjadi 72% pada Pemilu 1987.

5. Wahono (1988-1993)

wahono ketua umum golkar
wahono ketua umum golkar

Wahono adalah tentara terakhir yang menjadi ketua umum Golkar. Pangkat terakhirnya Letnan Jenderal. Pernah menjadi ketua MPR dan Gubernur Jawa Timur, pria kelahiran Tulungagung itu meninggal di Jakarta pada 8 November 2004 dan dimakamkan di TMP Kalibata.

6. Harmoko (1993-1998)

Harmoko ketua umum golkar
Ketua Umum Golkar Harmoko

Harmoko adalah ketua umum pertama Golkar dari sipil sekaligus yang terakhir sebelum era reformasi. Harmoko sebelumnya dikenal sebagai wartawan. Dia adalah ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1972 lalu terpilih sebagai anggota DPR dari Golka pada Pemilu 1977.

Lima tahun berselang, Harmoko diangkat sebagai Menteri Penerangan. Sejak itulah, Harmoko menjadi salah satu menteri Soeharto paling dikenal sepanjang sejarah Orde Baru. Harmoko meninggal di RSPAD Gatot Soebroto pada 4 Juli 2021.

7. Akbar Tandjung (1998-2004)

Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung
Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung

Akbar Tandjung adalah ketua umum Golkar kedua dari sipil. Dia juga merupakan ketua umum Golkar pertama setelah reformasi.

Akbar Tanjung menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada 11 Juli 1998 sampai 19 Desember 2004 menggantikan Harmoko.

Dia sukses membawa Golkar keluar dari krisis di tengah derasnya desakan untuk membubarkan Golkar lantaran eksistensinya dianggap hanya alat bagi kekuasaan Orde Baru.

Dengan slogan sebagai Golkar Baru, untuk pertama kalinya kata partai secara resmi dibubuhkan pada Golkar di Pemilu 1999.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Hadiri Undangan Syukuran Hari Lahir ke-25 Tahun PKB

8. Jusuf Kalla (2004-2009)

Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar
Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar

Muhammad Jusuf Kalla adalah pengusaha pertama yang menjabat sebagai ketua umum Golkar. Pada saat yang sama, Jusuf Kalla terpilih menjadi Wakil Presiden yang berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden.

9. Aburizal Bakrie (2009-2014)

Abu Rizal Bakrie (kiri) dan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar
Abu Rizal Bakrie (kiri) dan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar

Aburizal Bakrie menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar pada 9 Oktober 2009 sampai 31 Desember 2014. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha top Indonesia.

Sebelum menjabat ketua umum Golkar, Aburizal pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

10. Aburizal Bakrie dan Agung Laksono

Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kedua dari kanan)
Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kedua dari kanan)

Pada 2014, terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh Golkar setelah terselenggara dua Munas di dua tempat berbeda. Aburizal Bakrie terpilih kembali sebagai ketua umum pada Munas di Bali.

Sementara Agung Laksono terpilih pada Munas Jakarta. Kemenkumham mengesahkan kepengurusan Agung Laksono tetapi Mahkamah Agung menganulirnya dan mengesahkan kepengurusan Aburizal Bakrie.

11. Setya Novanto (2016-2017)

setya novanto ketua umum golkar
setya novanto ketua umum golkar

Pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 17 Mei 2016, terpilih Setya Novanto, kader Partai Golkar yang berlatar belakang pebisnis terpilih menjadi ketua umum.

12. Airlangga Hartarto (2017-2019) dan (2019-2024)

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto kembali menjadi ketua umum dari latar belakang pengusaha. Dia terpilih pada 2017 dan kembali terpilih menjadi 2019.

Airlangga lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1962. Selain ketua umum Golkar dia juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia periode 2019-2024.  Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada perombakan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Airlangga adalah putra dari Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

 

 

 

banner 325x300