Lifestyle

Ini Golongan Penerima dan Jumlah Zakat yang Harus Dibayar

126
×

Ini Golongan Penerima dan Jumlah Zakat yang Harus Dibayar

Share this article
seorang laki-laki menerima paket bantuan dari baznas di sebuah masjid
Ilustrasi: Golongan penerima zakat. (Foto Baznas)

G24NEWS.TV ,JAKARTA– Ini penjelasan tentang zakat dan orang-orang yang menjadi golongan penerima zakat atau mustahik. Zakat adalah salah satu rukun Islam yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta yang memenuhi syarat tertentu.

Zakat berasal dari kata “zakaa”, yang artinya membersihkan, memurnikan, atau mengembangkan. Dalam Islam, zakat memiliki peran penting sebagai salah satu ibadah yang digunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Selain itu, zakat juga berfungsi sebagai sarana untuk mengatur distribusi harta dalam masyarakat dan membantu mengatasi kesenjangan sosial yang ada.Jumlah yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari harta yang telah mencapai nisab.

Nisab itu sendiri bervariasi tergantung jenis harta yang dimiliki, misalnya emas, perak, atau ternak. Haulnya sendiri dihitung dari saat pemilik harta mencapai nisab hingga satu tahun setelahnya.

Selain zakat, ada juga zakat fitrah yang diberikan pada saat Idul Fitri sebagai bentuk solidaritas sosial dan memastikan semua umat Islam dapat merayakan Idul Fitri dengan gembira dan layak. Jumlah zakat fitrah ini sendiri setiap tahunnya ditetapkan oleh masyarakat setempat dan disesuaikan dengan harga-harga bahan pangan.

Baca Juga  Bawaslu Ingatkan Potensi Pelanggaran Pemilu Bagi-bagi Amplop

Dalam Islam, memberikan zakat adalah suatu bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan dan dihargai. Tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima zakat, tetapi juga bagi pemberi zakat sendiri. Dengan memberikan zakat, pemberi zakat akan merasa lebih berkah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

infografis golongan penerima zakat
infografis golongan penerima zakat. (Sumber Indonesiabaik)

Namun, tidak semua golongan berhak mendapatkan zakat. Berikut adalah golongan penerima zakat yang dijelaskan dalam Islam:

  1. Fakir: Orang yang sangat miskin dan tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Miskin: Orang yang memiliki penghasilan, namun penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  3. Riqab: Orang yang memerlukan uang untuk memerdekakan dirinya dari perbudakan atau untuk membayar tebusan.
  4. Gharimin: Orang yang memiliki hutang dan tidak memiliki sumber penghasilan untuk membayarnya.
  5. Muallaf: Orang yang baru masuk Islam atau yang masih mempertimbangkan untuk masuk Islam dan membutuhkan bantuan finansial.
  6. Fisabilillah: Orang yang membutuhkan bantuan untuk memperjuangkan Islam, misalnya untuk membeli senjata, baju perang, atau peralatan lainnya.
  7. Ibnu Sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan kehabisan uang untuk membiayai perjalanannya.
  8. Amil: Orang yang ditunjuk oleh pemerintah atau lembaga zakat untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Baca Juga  Dedi Mulyadi Menangis karena Keikhlasan Pedagang Rambutan

Semua golongan di atas memenuhi syarat sebagai penerima zakat. Namun, dalam hal ini perlu dicatat bahwa dana zakat hanya dapat diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya.

Oleh karena itu, sebelum memberikan zakat, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa orang yang menerima zakat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Dalam Islam, memberikan zakat merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat ditekankan. Dengan memberikan zakat, kita dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dan memperbaiki kondisi sosial yang ada di masyarakat.

Selain itu, memberikan zakat juga dapat meningkatkan rasa empati kita terhadap sesama dan mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik sebagai manusia.

banner 325x300