HeadlineNasional

Ini Daerah Macet yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik Natal 2022

268
×

Ini Daerah Macet yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik Natal 2022

Share this article
macet
macet

G24NEWS.TV, JAKARTA – Pemerintah memprediksi puncak keramaian lalu lintas pada Natal adalah 23-24 Desember 2022 sedangkan periode Tahun Baru terjadi pada 31 Desember hingga 1 Januari 2023.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan Wilayah IX Jawa Barat, Denny Michels mengatakan masyarakat perlu mengantisipasi kemacetan yang terjadi di jalur Pantura.

“Jalur pantura banyak diminati masyarakat sebagai jalur alternatif perjalanan ke luar kota dari Jakarta dan sekitarnya,” ujar Denny dalam siaran pers.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan lewat Pantura diimbau mencari mencari waktu lengang di lima daerah rawan kemacetan. Daerah tersebut  antara lain Simpang Susun Cileunyi, Cagak Nagreg, Limbangan Simpang Tiga Melangbong, dan Garut hingga Jalan ke Lingkar Gentong.

Baca Juga  Airlangga Dorong Desa Perkuat Gotong Royong dan Tingkatkan Kemandirian

“Pemicu kemacetan adanya terminal bayangan penyempitan jalur atau bottleneck hingga penumpukan kendaraan,” ujar Denny.

Faktor lain yang harus diwaspadai adalah peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk menghindari daerah terdampak bencana erupsi gunung berapi, gempa bumi, longsor, banjir bandang, serta gelombang pasang. Pemerintah membuka opsi untuk melakukan pembatasan waktu atau rekayasa lalu lintas mengantisipasi kemacetan yang muncul pada musim mudik tahun ini.

Dua Lampu Kuning

Tahun ini pemerintah mewaspadai dua hal dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Baca Juga  Bamsoet: Segera Dibangun Jalur Tol Baru Khusus untuk Motor di Bali

Pertama adalah peringatan BMKG yang yang mensinyalir bakal marak terjadi bencana alam pada November 2022 hingga Februari 2023. Bencana yang diperkirakan berupa gunung meletus, gempa, banjir, longsor, badai, ombak besar hingga tsunami.

Selain itu penyebaran Covid-19 terutama subvariant Omicron XXB juga terus meningkat. Meski kasus kematian akibat varian ini masih rendah yaitu sekitar 0,02 persen, namun tetap berbahaya bagi lansia atau penderita dengan penyakit komorbid.

Pemerintah tetap memberlakukan protokol kesehatan (prokes) 3M dan wajib vaksin booster 1 dan 2 bagi masyarakat berisiko tinggi.

banner 325x300