Lifestyle

Ini 4 Masjid Bersejarah di Jakarta yang Harus Kamu Kunjungi

200
×

Ini 4 Masjid Bersejarah di Jakarta yang Harus Kamu Kunjungi

Share this article
Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto Kemenag)

G24NEWS.TV, JAKARTA — Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki sejarah Islam panjang, ini masjid bersejarah di Jakarta yang harus kamu kunjungi.

Masjid-masjid tersebut juga memiliki kisah sejarah yang menarik, ini beberapa masjid bersejarah di Jakarta.

Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto Kemenag)

Siapa yang tidak tahu masjid terbesar di Indonesia yang satu ini, ini adalah masjid bersejarah paling penting di Jakarta, bahkan di Indonesia. Bukan hanya terbesar di Indonesia, ternyata masjid Istiqlal termasuk dalam masjid terbesar se Asia Tenggara. Masjid Istiqlal terletak di Jl. Taman Wijaya, Jakarta Pusat. Dibangun pada tahun 1978

Masjid Istiqlal mempunyai arti merdeka karena masjid ini merupakan masjid kebanggan bangsa Indonesia, sebagai ucapan rasa syukur setelah dijajah selama kurang lebih 350 tahun.

Ide pembangunan Masjid Istiqlal dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada 1950-an. Arsitektur masjid Istiqlal dirancang oleh Friedrich Silaban yang uniknya adalah seorang Nasrani. Ketika proses perancangan masjid ini, Presiden Soekarno menyebutkan ingin membangun masjid terbesar di Asia Tenggara dan mengalahkan masjid-masjid besar di negara lain.

Namun sayangnya proses pembangunan masjid Istiqlal tidak berjalan lancar karena ada beberapa persoalan yang menghambat seperti kendala biaya karena krisis ekonomi pada tahun 1960 an hingga kendala peristiwa G30S pada 1965.

Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al Azhar, Jakarta
Masjid Agung Al Azhar, Jakarta. (Foto Masjid Agung Al Azhar, Jakarta )

Sebelum masjid Istiqlal di bangun, masjid Agung Al-Azhar adalah salah satu masjid terbesar dan bersejarah di Jakarta dan juga di Indonesia.  Masjid Agung Al-Azhar terletak di Kompleks Sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid ini dibangun pada tahun 1958 dan selesai pada tahun 1959.

Baca Juga  Camille Saint-Saëns: Sang Komposer Prancis yang Inovatif

Masjid ini sebelumnya bernama Masjid Agung Kebayoran Baru yang kemudian berganti nama menjadi Masjid Agung Al-Azhar. Kaat itu Rektor Universitas Al Azhar Mesir Prof. Dr. Mahmoud Syaltout mengunjungi masjid ini dan memberikan kuliah umum kepada jamaah masjid. Dalam kunjungan nya, beliau mengganti nama masjid tersebut.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga digunakan sebagai tempat pembinaan pemuda dan pemudi Islam, dengan kegiatan pramuka Gugus Depan dan Pelajaran Agama Islam (PAI) sejak tahun 1962. Lalu, pada saat orde baru pada tahun 1967, masjid ini mulai membangun lembaga pendidikan formal, seperti TK Islam Al Azhar, SDI Al Azhar, SMPI Al Azhar, SMAI Al Azhar, dan Universitas Al Azhar Indonesia.

Masjid Al-Azhar menjadi masjid modern pertama di Indonesia yang memiliki berbagai fasilitas, seperti perpustakaan, ruang kelas dan kuliah, asrama dan klinik kesehatan.

Masjid Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa
Masjid Agung Sunda Kelapa. (Foto MASK)

Masjid ini terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga digunakan seperti fasilitas pendidikan, fasilitas komunitas sosial, perekonomian, sampai dengan komunitas politik.

Masjid sunda kelapa di bangun pada tahun 1951. Selain dikenal dengan memiliki perjalanan sejarahnya masjid ini juga dikenal memiliki arsitektur yang menarik pada zamannya.

Masjid ini tidak memiliki kubah seperti kebanyakan masjid lainnya. Bentuk atap masjid ini berbentuk perahu. Bentuk atapnya bukan sembarang dibuat, bentuk atapnya memiliki makna tersendiri.

Baca Juga  Ssh! Ini Rahasia Hubungan Romantis yang Langgeng!

Atap nya bermakna sebagai pelabuhan sunda kelapa. Sunda kelapa adalah tempat untuk berdagang bagi saudagar muslim pada zaman dahulu, dari satu perahu ke perahu pedagang terdahulu.

Selain bermakna sebagai pelabuhan, atap berbentuk ini juga mempunyai filosofi sebagai seseorang yang merasa hampa namun terus memasrahkan diri dengan mengharapkan kasih sayang dari sang pencipta. Bentuk atap ini menggambarkan seorang muslim yang sedang duduk bersila dengan kedua tangan yang menengadah, meminta doa dan serta mengharap rahmat dari yang maha kuasa.

Masjid Cut Meutia

Masjid Cut Mutia Jakarta
Masjid Cut Meutia Jakarta

Masjid Cut Meutia ini mencuri perhatian masyarakat karena desainnya yang unik dan juga tidak memiliki kubah. Masjid ini juga merupakan masjid bersejarah di Jakarta. Ternyata, masjid ini sangat berpengaruh pada jaman penjajahan Belanda karena awalnya bangunan ini bukan sebagai tempat ibadah melainkan sebagai bangunan pemerintahan.

Di masa lampau masjid ini memiliki fungsi yang vital seperti kantor biro arsitek dan kantor pos. Tak hanya itu, bangunan ini juga dulu juga didaulat menjadi markas tentara Belanda. Kemudian, masjid Cut Meutia juga pernah digunakan sebagai kantor jawatan kereta api hingga kantor MPRS di awal kemerdekaan.

Setelah kantor MPRS dipindahkan ke senayan, gedung ini lalu dijadikan menjadi cagar budaya. Lalu, bangunan ini disahkan menjadi Masjid oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tahun 70an.

banner 325x300