EkonomiHeadline

Inflasi Sepanjang 2022 Tembus 5,51 Persen, Ini Pemicunya

246
×

Inflasi Sepanjang 2022 Tembus 5,51 Persen, Ini Pemicunya

Share this article
tangan memperlihatkan beras bansos atau bantuan sosial
beras bansos

G24NEWS.TV, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada 2022 ini mencapai 5,51 persen, tertinggi sejak 2014, simak pemicunya.

“Sedangkan tingkat inflasi pada Desember 2022 sebesar 0,66 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Desember 2022 sebesar 5,51 persen,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono, dalam konferensi pers, Senin (2/1/).

Menurut Margo, inflasi 2022 ini merupakan yang paling tinggi sejak 2014 dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terbesar yaitu kelompok transportasi sebesar 15,26 persen dengan andil 1,85 persen.  

Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,83 persen. Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,86 persen.l 

Baca Juga  Sri Mulyani: Kinerja Perekonomian Indonesia Baik, Meski Ekonomi Global Melambat

Kelompok pengeluaran lain yang menyumbang inflasi adalah pakaian dan alas kaki sebesar 1,40 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,78 persen.

Kepala Badan Pusat Statistis margo yuwono
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono. (Foto BPS)

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,91 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,87 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,04 persen dan kelompok pendidikan sebesar 2,77 persen. Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,49 persen. 

Menurut Margo, jika dilihat secara umum penyebab utama kenaikan inflasi adalah adalah harga energi. Menurut dia, jika sektor energi mengalami tekanan harga, maka akan mempunyai dampak luas.

Selain itu inflasi secara umum karena volatile harga bergejolak disebabkan pola musiman terutama produk hortikultura. Faktor ini umumnya berasal dari cuaca dan musiman.

Baca Juga  Jepang Janji Bantu Rekonstruksi Ukraina Setelah Perang

Menurut BPS, seluruh kota mengalami kenaikan inflasi dan paling tinggi terjadi di Bandung Jawa Barat sebesar 2,04 persen.

Inflasi Desember 0,66 persen

Sementara itu inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,66 persen. Hal ini disebabkan karena faktor musiman, yaitu liburan sekolah dan Natal dan Tahun Baru. 

Inflasi ini cukup tinggi jika dibanding bulan yang sama sebelum pandemi. Pada Desember 2019 terjadi inflasi 0,34 persen. Sementara itu, di masa pandemi 2020 dan 2021 ada peningkatan 0,45 persen dan 0,57 persen. 

  

banner 325x300