HeadlineNasional

Hukuman Konglomerat Sawit Surya Darmadi Kurang Beri Efek Jera

223
×

Hukuman Konglomerat Sawit Surya Darmadi Kurang Beri Efek Jera

Share this article
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Foto Pengadilan Negeri Jakarta Pusat)

G24NEWS.TV, JAKARTA –   Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis (23/2) menjatuhkan vonis penjara 15 tahun dan denda Rp1 miliar pada konglomerat pemilik Darmex Group Surya Darmadi dalam perkara korupsi alih fungsi lahan kelapa sawit, hukuman yang tidak cukup memberi efek jera, kata pengamat. 

Hakim Ketua Fahzal Hendri dalam vonis mengatakan Surya terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam pengurusan alih fungsi lahan hutan menjadi kebun kelapa sawit periode 2004 hingga 2022. 

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ujar Fahzal. 

Selain pidana penjara, Surya Darmadi juga dijatuhi hukuman membayar uang pengganti sebesar keuntungan yang dia dapatkan dari kasus itu yaitu sebesar Rp2,2 triliun serta uang pengganti kerugian perekonomian negara sebesar Rp39,7 triliun. Pembayaran itu ditunggu dalam waktu paling lama 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. 

“Apabila tidak membayar uang pengganti harta benda dapat disita dan dilelang atau diganti dengan pidana tambahan selama 5 tahun,” kata Fahzal.

petani membawa hasil panen dari kebun kelapa sawit
petani membawa hasil panen dari kebun kelapa sawit. (Foto file – Anadolu Agency)

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Jaksa juga meminta hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Surya Darmadi dengan membayar uang pengganti sebesar Rp4,7 triliun dan USD7,8 juta serta membayar kerugian perekonomian negara sebesar Rp73,9 triliun. 

Baca Juga  Pejabat Harus Bijak dalam Bermedia Sosial

Harus Punya Efek Getar  

Guru Besar Fakultas Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah Hibnu Nugroho mengatakan tuntutan seumur hidup dan uang pengganti ini sebenarnya sepadan dengan kerugian yang diakibatkan kasus korupsi ini. 

Surya Darmadi ini menurut Hibnu merugikan perekonomian negara sekaligus merusak lingkungan hidup, karena itu pantas dihukum berat untuk menciptakan efek jera. 

“Kalau tidak jadi efek jera, akan timbul kasus lain. Dengan demikian, jaksa wajib banding. Vonisnya paling tidak 20 tahun penjara,” ujar dia. 

Efek jera ini menurut dia penting dalam kasus korupsi dan lingkungan agar pelaku lain tidak menggampangkan kejahatan serupa.

“Dengan putusan yang berat akan memberikan aspek gentar, pada putusan ini ada dimensi pencegahan,” ujar dia. 

Sempat Hilang 8 Tahun 

Kejaksaan menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka pada 1 Agustus 2022 dengan sangkaan terlibat pada korupsi alih fungsi lahan seluas 37.095 hektare di Indragiri Hilir, Riau. Kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp78 triliun ujar Jaksa. 

Surya menyogok Bupati Indragiri Hilir Raja Thamsir Rachman untuk menerbitkan izin lokasi kepada perusahaan Surya yang kemudian mengubah kawasan hutan menjadi kebun kelapa sawit. Dia sempat menghilang selama 8 tahun saat kasus ini sedang diselidiki hingga akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung. 

Baca Juga  Proyek Satelit Palapa, Tonggak Perkembangan Telekomunikasi di Indonesia

Sedangkan Darmex Group yang terdiri dari 11 perusahaan bidang perkebunan, pengolahan kelapa sawit dan turunannya, pengangkutan serta properti yang berlokasi di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Jakarta dan Bekasi. Sedangkan PT Duta Palma merupakan salah satu anggota dari Darmex Group. 

Pertimbangan Hakim 

Palu hakim
palu-hakim-

Vonis ini dijatuhkan hakim dengan mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.  Hal yang memberatkan, di antaranya majelis hakim menilai perbuatan Surya tidak mendukung program pemerintah terkait dengan pemberantasan korupsi. Kedua, tindakan terdakwa telah memicu kemunculan konflik antara perusahaannya dan masyarakat setempat.

Sementara itu, hal-hal yang meringankan menurut hakim di antaranya Surya telah lanjut usia, bersikap sopan di persidangan, melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan seperti membangun infrastruktur, perumahan karyawan, sekolah, dan rumah ibadah, memiliki 21.000 karyawan, dan taat membayar pajak.

Surya dan tim kuasa hukum menyatakan mengajukan banding, sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan akan berpikir-pikir selama 7 hari.  

“Setelah kami berdiskusi, kami ucapkan terima kasih atas putusan majelis, tetapi kita sudah sepakat bahwa pada hari ini juga kami nyatakan banding atas putusan majelis,” kata Kuasa Hukum Surya Darmadi, Juniver Girsang seusai sidang. 

 

 

 

 

banner 325x300